Sabtu, 30 Januari 2010 10:19 WIB Pendidikan Share :

RSBI diminta tampung 30% siswa tak mampu

Solo (Espos)--Anggota DPRD Kota Solo meminta rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dapat menerima 30% siswa tidak mampu dari kuota daya tampung.

Selain itu, siswa tersebut tidak dibebani biaya operasional sekolah. Terkait dengan konsep kebijakan sekolah gratis di Kota Bengawan yang akan dirilis pada bulan Maret mendatang, anggota Komisi IV tengah memilah-milah sekolah dan siswa yang berhak mendapatkan alokasi sekolah gratis.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV, Teguh Prakosa, biaya pendidikan di RSBI dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah reguler lainnya. Dia mengatakan, untuk tahun ajaran 2010 pihaknya akan meminta RSBI menampung 30% siswa yang tidak mampu. “Anak yang tidak mampu harus diberikan peluang yang sama, apabila dia masuk seleksi maka dia harus dibebaskan dari beban operasional sekolah,” ungkap dia ketika dihubungi Espos, Jumat (29/1).

Menurutnya, kendala utama bagi siswa yang tidak mampu mereka cenderung minder untuk mendaftarkan diri ke RSBI. Untuk itu, pihak sekolah dapat membuka peluang tersebut dengan menerapkan hal tersebut meskipun tanpa aturan secara tertulis. “Bisa saja tanpa aturan tertulis sekolah tersebut memberikan kesempatan untuk mereka yang tidak mampu,” paparnya.

Dia mengatakan, mengenai konsep sekolah gratis yang rencananya membebaskan biaya operasional pendidikan SDN, SMPN serta siswa tak mampu dari sekolah swasta yang berdomisili Solo, pihaknya menilai konsep tersebut harus dirancang lebih fokus. Menurutnya, kebijakan sekolah gratis secara teknis harus dipilah by address, hal tersebut berlaku bagi sekolah swasta maupun negeri.

Karena menurut dia, tidak sedikit siswa yang bersekolah di Kota Solo yang berasal dari luar daerah. “Yang jadi patokan asal orang tua, bukan dari mana sekolahnya,” jelasnya.

das

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…