Sabtu, 30 Januari 2010 17:18 WIB News Share :

Puluhan rumah warga Pamekasan rusak diterjang ombak

Pamekasan– Sekitar 40 rumah warga pesisir pantai utara (Pantura) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, rusak akibat diterjang ombak besar dan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut dalam dua minggu terakhir ini.

Rumah warga yang rusak ini, merupakan rumah para nelayan yang tinggal di sekitar bibir pantai. “Ada lima rumah yang rusak parah hingga sebagian bangunan rumahnya ambruk dan penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat lain. Sisanya rusak ringan,” kata tokoh masyarakat setempat, Baihaki Bustami, Sabtu.

Selain merusak puluhan rumah, ombak besar dan angin kencang yang berlangsung selama dua pekan terakhir ini, juga menjebol tanggul penahan ombak di pesisir laut Jawa itu.

Kini tanggul penahan ombak yang dibangun pada tahun 2004 di sepanjang pesisir pantai Tamberu itu tidak berfungsi. “Kami juga merasa khawatir, jika ada ombak besar dan angin kencang lagi akan menjadi petaka bagi warga di pesisir ini,” kata Baihaki.

Mantan anggota DPRD Pamekasan periode 2004-2009 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, kerusakan rumah warga di pesisir pantai utara itu sudah biasa terjadi setiap tahun, tiap musim angin kencang.

“Bulan Januari memang musim ombak. Warga sudah memakluminya,” katanya.

Selain karena memang faktor cuaca, yang juga menyebabkan air laut masuk ke rumah-rumah penduduk hingga akhirnya menyebabkan rumah mereka itu rusak, juga karena di sekitar pantai sering dilakukan penambangan pasir secara ilegal.

Menurut Baihaki, dibanding tahun 2009 lalu, cuaca buruk kali ini lebih singkat, karena hanya terjadi selama dua minggu. Pada 2009, cuaca buruk di wilayah tersebut berlangsung selama sebulan dan menyebabkan kerusakan rumah lebih banyak lagi, yakni sekitar 50 rumah.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus, terutama perbaikan tanggul penahan ombak,” katanya.

Menurut perkiraan, kerugian material para nelayan akibat ombak besar dan angin kencang hingga menyebabkan rumah mereka itu rusak mencapai puluhan juta rupiah.

ant/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…