Sabtu, 30 Januari 2010 20:23 WIB Wonogiri Share :

Menko Kesra
Siapkan SDM hadapi AC-FTA

Wonogiri (Espos)–Perdagangan bebas atau pelaksanaan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) tidak bisa dibendung, cepat atau lambat akan terjadi di Indonesia.

Pengusaha dan pelaku bisnis tidak perlu panik, tetapi segera mempersiapkan langkah-langkah. Sedangkan pemerintah harus segera menyiapkan sumber daya manusia, agar tidak kalah dalam persaingan itu.

Produksi industri kecil Indonesia tidak kalah mutunya jika bersaing dengan produksi pasar global. Potensi SDM yang secara genetik bisa survive sampai sekarang dan secara budaya punya keunggulan dan mengagumkan harus mampu mengambil keuntungan sehingga kesejahteraan rakyat tercapai.

Pernyataan itu disampaikan Menko Kesra Agung Laksono dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kertagama, H Harmoko sebelum pembukaan Seminar Nasional Budaya Nusantara dan Ekonomi Kerakyatan, Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Berkeadilan di pendapa rumah dinas Bupati, Sabtu (30/1).

“Jangan panik menghadapi ACFTA, tetapi lebih berupaya dan menyiapkan masyarakat untuk menyiapkan industri. Kami menilai produksi industri lokal tetap mampu, tinggal perlu dorongan. Produk-produk semacam handycraft Indonesia mampu bersaing,” ujar Menko Kesra.

Mantan ketua DPR itu menyatakan sektor ekonomi kreatif pada tahun 2008 mampu menyerap tenaga kerja 7,7 juta. “Kontribusi terhadap pendapatan domestik bruto sebesar Rp 151 triliun atau 7,28% PDB nasional. Dari nilai ekspor juga besar, yaitu total devisa Rp 114,9 T atau 7,52% total nilai ekspor nasional.”

Menko Kesra mengatakan ekonomi kreatif berbasis budaya sesuai dengan cita-cita Indonesia. Wonogiri, ujar Menko Kesra memiliki potensi cukup besar.

Sementara H Harmoko mengatakan pasar tradisional masih dibutuhkan karena terjalin komunikasi dua arah.

tus

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…