Sabtu, 30 Januari 2010 14:48 WIB News Share :

Mahfud MD People of The Year 2009


Jakarta–
Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Dr Moh Mahfud MD dinobatkan sebagai People of The Year 2009 oleh Harian Seputar Indonesia. Sepanjang tahun 2009, Mahfud dipandang mampu memberikan terobosan penting bagi bangsa.

Peran dan sepak terjang Mahfud diyakini menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia. Mahfud mengalahkan sejumlah nominator People of The Year 2009 lain seperti Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho, Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam pidato sambutannya, Mahfud menyatakan dengan rendah hati bahwa apa yang ia lakukan selama ini sebenarnya merupakan hal yang biasa saja. “Setiap penegak hukum memang harus melakukan hal biasa ini, yakni bersikap berani dan profesional. Tapi rupanya jagat raya hukum lebih banyak diisi oleh mafia hukum, sehingga hal biasa seperti yang saya lakukan menjadi luar biasa. Tapi hal yang luar biasa, malah jadi biasa,” ujar Mahfud saat menerima penganugerahan People of The Year 2009 di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Mahfud mempersembahkan penghargaan tersebut kepada institusi MK. Menurutnya, keberhasilannya merupakan hasil kerja semua unit di MK tanpa terkecuali. “Ini bukan kerja saya saja. Oleh karena itu, harus diartikan sebagai penghargaan bagi seluruh isi institusi MK,” kata Mahfud.

Turut hadir dalam acara penganugerahan tersebut ialah kolega Mahfud di MK, Hakim Konstitusi Akil Mochtar. Hadir pula Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Anggota BPK Ali Masykur Musa, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal Helmy Faishal, dan anggota DPR seperti Ramadhan Pohan.

Di samping Mahfud, Harian Sindo juga memberikan penghargaan kepada empat tokoh lainnya, yaitu Bupati Lamongan, H. Masfuk SH, untuk kategori kepala daerah terbaik; pendiri dan CEO PT KML Group, Ir. Mohammad Najikh, untuk kategori wirausahawan terbaik; pendiri dan pengajar Basic English Course di Pare, Kediri, M. Kalend Osen, untuk kategori pendidik terbaik; dan petinju nasional, Chris John, untuk kategori tokoh muda kebanggaan nasional.

Mahfud lahir di Sampang, Madura, pada 13 Mei 1957. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Ia kemudian menempuh program pascasarjana jurusan Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada. Gelar doktor pun ia peroleh dari universitas yang sama.

Mahfud semula menjadi staf pengajar di FH UII Yogyakarta. Ia sempat menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman & HAM di era kepresidenan Abdurrahman Wahid, sebelum menjadi anggota DPR dari Fraksi PKB, dan akhirnya terpilih menjadi Ketua MK periode 2008-2011.

Dalam orasi ilmiahnya usai menerima penghargaan People of The Year 2009, Mahfud yang bercita-cita menjadi guru ngaji di masa kecilnya ini memberi pesan penting kepada seluruh elemen bangsa. “Hadist Ibn Taymiyyah menyatakan bahwa, abadilah eksistensi suatu negara yang diperintah dengan adil meskipun negara itu bukan negara Islam, dan musnahlan eksistensi suatu negara yang diperintah dengan tidak adil meskipun negara itu negara Islam,” ujar Mahfud mengutip salah satu hadist. Oleh karena itu, Mahfudz menegaskan, tantangan nasionalisme Indonesia ke depan ialah nasionalisme modern berbasis penegakan keadilan.

Vivanews/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…