Sabtu, 30 Januari 2010 17:26 WIB News Share :

Longsor, Talegong Garut terisolir

Garut– Tanah longsor dan banjir lumpur, selain mengakibatkan enam rumah penduduk rusak berat, serta masing-masing 0,5 hektare sawah dan ladang tergerus, juga menimbun beberapa lokasi ruas jalan provinsi di kecamatan Cisewu kabupaten Garut.

Akibatnya jalan yang menghubungkan kecamatan Cisewu Garut dengan Pangelengan Bandung serta kecamatan Talegong menjadi terisolir.

Meski tidak menelan korban jiwa, namun sekurangnya 6 kepala keluarga (KK) atau 30 warga setempat  terpaksa diungsikan, karena kondisi rumah mereka tidak lagi layak huni, ungkap camat Cisewu, Endan Sutendi, Sabtu.

Dia mengemukakan, di kampung Ciawitali terjadi longsor tanah bercampur lumpur setinggi tiga meter, lebar empat meter membentang sepanjang tujuh meter, yang hingga Sabtu sore masih menutupi ruas jalan provinsi.

Kemudian di kampung Salam desa Nyalindung, juga terjadi longsor setinggi tujuh meter, lebar enam meter sepanjang 70 meter, menutupi pula ruas jalan provinsi dan mengakibatkan sebuah tiang listrik patah sehingga rumah penduduk di sekitarnya menjadi gelap gulita sejak Jumat (29/1), katanya.

Seringnya cuaca mendung disertai hujan angin berintensitas tinggi, dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bisa berdampak lebih parah, meski warga setempat setiap malam melaksanakan ronda sambil mewaspadai terjadinya longsor dari perbukitan curam.

Camat berharap, di wilayahnya selalu disiagakan peralatan berat lengkap dengan operatornya, bahkan jika memungkinkan kecamatan Cisewu dijadikan “base camp” aparat teknis Dinas Pekerjaan Umum provinsi Jawa Barat.

Karena selama ini, setiap terjadi bencana tanah longsor berintensitas tinggi dengan tingkat kerusakan berat, tidak bisa serta merta menanggulanginya, melainkan terpaksa harus menunggu mobilitas peralatan berat dari provinsi Jawa Barat di Bandung.

Padahal di wilayah ini, terdapat belasan bahkan puluhan lokasi rawan bencana tanah longsor, disertai banjir lumpur dan batu, ujar Endan Sutendi.

ant/isw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…