Sabtu, 30 Januari 2010 11:26 WIB Lifestyle,Kuliner Share :

Kunci kelezatannya ada pada kaldu

Sehebat apapun variasi pelengkap soto termasuk dengan embel-embel nama yang memukau dan menggairahkan, kelezatan kaldu yang terhidang tetap menjadi kunci kepuasan pencecapnya. Istilah yang dipopulerkan iklan mi instan, “Lidah tak bisa bohong.”
Sekali indera pengecap rasa tak nyaman menikmati, efek samping ketagihan yang diharapkan juga bakal amblas. Sekalipun kadang dikembalikan pada soal selera. Itu pasalnya, di Restoran Goela Klapa kegurihan rasa kuah menjadi prioritas utama dari menu soto kediri yang ditawarkan. Sehingga, meskipun daging ayam kampung sebagai isian sotonya, namun kaldu yang digunakan merupakan perkawinan antara skengkel —sendi paha sapi— dengan daging ayam kampung.
Tak heran, rasa gurihnya begitu kental dan menohok sampai ubun-ubun. Ditambah komposisi rempah yang begitu detail seperti jintan, akan merangsang siapa saja yang menghirup aromanya.
”Kelengkapan rempah memang menjadi karakteristik tersendiri dari soto kediri Goela Klapa,” tutur Food and Baferage Supervisor Goela Klapa, Wahyu Hidayat, saat ditemui Espos di Restoran Goela Klapa, Selasa (26/1). Keotentikan karbohidrat sebagai teman kuah soto berupa lontong juga tetap dipertahankan. Untuk isi, bedanya dengan soto ayam umumnya yakni ada tambahan telur ayam rebus.
Tina Tri Jaya dari Soto Sulung di belakang Terminal Klaten juga melakukan hal yang sama. Mencampur skengkel dengan ayam kampung untuk mendapatkan kaldu yang top. ”Komposisinya dua banding satu. Dua untuk skengkel satu untuk ayamnya,” jelasnya mantap.
Sementara itu, meskipun sepakat soal kuah menjadi hal nomor wahid dari sajian soto, pemilik Warung Soto Sokaraja di Jl Jogja-Solo perempatan Sanggung, Boyolali, Miko berpendapat bahwa setiap pengusaha soto juga punya cara berbeda menyiasatinya. ”Ciri khas kaldu di sini murni menggunakan skengkel dan daging sapi saja,” ucapnya.
Hanya, lanjut Miko, sensasi lain yang ditawarkan yakni pelengkapnya berupa ketupat, sambal kacang yang manis gurih dan kerupuk mungil yang tepiannya berwarna sesuai dengan resep aslinya.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…