Sabtu, 30 Januari 2010 13:33 WIB News Share :

Kasus Antasari terus seret nama Kapolri


Jakarta–
Nama Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri terus diseret-seret dalam kasus Antasari dalam pembentukan tim khusus yang disebut Komjen Pol Susno Duadji. Kapolri pun menegaskan tidak ada pembentukan tim khusus tersebut.

“Tidak ada. Itu saya sudah jelaskan sejak awal jika tidak ada pembentukan tim itu” tegas BHD dalam acara peluncuran aksi peduli anak bangsa bebas narkoba di Central Park Podomoro City, Jakarta Barat, Sabtu (30/1).

Sebelumnya dalam sidang Antasari Azhar, Susno Duadji, tiba-tiba muncul dengan pakaian seragam Polri lengkap. Kedatangan Susno dalam sidang pun tanpa seizin Kapolri.

Dalam sidang tersebut Susno memberikan keterangan mencengangkan. Susno mengaku ada dua tim yang dibentuk dalam kasus Antasari. Satu timĀ  dibentuk dirinya tertanggal 1 Mei 2009 dengan nomor Sprin 479A/V/2009/Bareskrim.

Tim ini yang bertugas mengawasi dan mengawal jalannya independensi proses penanganan kasus Antasari tersebut diketuai oleh Irjen Hadiatmoko. Tim ini bukan sebagai pengawasan khusus dalam kesaksian.

Kalau tim pengawas khusus tersebut adalah bentukan Kapolri. Tim ini diketuai juga oleh Hadiatmoko dan bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Hadiatmoko punya dua fungsi dan jabatan yang berbeda.

Fungsi tim yang dibentuk Kapolri ini tidak lain untuk mencari motivasi dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Susno tidak mengetahui hasil kinerja dari tim Kapolri ini karena sebagai bawahan memang dilarang untuk coba mencari tahu.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…