Sabtu, 30 Januari 2010 13:11 WIB Lifestyle,Women Share :

Jangan asal pilih

Memilih tempat bimbingan belajar (Bimbel) tak boleh dilakukan sembarangan, layaknya membeli kucing dalam karung. Anda tentu tak ingin anak Anda semakin tertekan dengan situasi belajar di tempat Bimbel yang kurang nyaman bukan?
Jangan menutup mata, standar nilai yang tinggi, ditambah keinginan agar anak memiliki prestasi cemerlang, sering kali dimanfaatkan pihak-pihak tertentu sebagai ladang uang. Tak sedikit lembaga Bimbel yang memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan kualitas. Untuk itu, beberapa tips berikut mungkin bisa jadi panduan sebelum Anda memutuskan memilih lembaga Bimbel.
Pertama, pastikan dulu rekam jejak lembaga Bimbel yang dituju. Hal ini dapat ditelusuri melalui alumni lembaga Bimbel bersangkutan. Misalnya berapa prosentase alumni yang berhasil. Coba juga manfaatkan para alumni untuk menggali informasi mengenai metode pengajaran yang dterapkan lembaga tersebut.
Tapi jangan lupa, pertimbangkan pula kesesuaian metode pengajaran dengan karakter anak. Manfaatkan free trial yang disediakan oleh lembaga bimbingan. “Calon siswa bisa bergabung dan mencoba metode pengajaran kami selama satu jam, gratis. Kalau merasa cocok, anak bisa langsung bergabung, tapi kalau tidak juga tidak masalah,” ujar Own Principle Matematika Dahsyat Indonesia, Yustinus Dwi Atmojo.
Kedua, perhatikan pula kelengkapan fasilitas penunjang yang ditawarkan oleh lembaga Bimbel, seperti modul, dan silabus yang sesuai dengan materi pelajaran sekolah dan kebutuhan siswa. Hal ketiga yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah bentuk komunikasi yang terjalin antara lembaga Bimbel, orang tua dan siswa. Terakhir, perhatikan pula biaya plus kemudahan pembayaran yang ditawarkan lembaga Bimbel.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…