Sabtu, 30 Januari 2010 17:57 WIB News Share :

Ical
prematur jika nilai pemerintahan sekarang

Tanjungpinang– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengatakan 100 hari tidak cukup untuk menilai keberhasilan yang dilakukan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

“Seratus hari tidak cukup untuk menilai keberhasilan pemerintah untuk lima tahun mendatang,” kata Aburizal yang biasa dipanggil Ical, Sabtu.

Hal itu dikatakannya usai menandatangani kebulatan tekad DPD tingkat II Partai Golkar se-Kepri untuk pemenangan Pilkada 2010 dan Pemilu 2014 di kawasan wisata Lagoi, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Ketika disinggung mengenai perombakan kabinet dengan adanya penilaian 100 hari kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II, Ical mengatakan itu adalah hak Presiden.

“Perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, bukan kewenangan partai,” ujarnya.

Namun menurut dia, jika terjadi perombakan kabinet nantinya, kader Partai Golkar yang dinilai tidak bisa memenuhi kinerja yang diinginkan silakan diganti.

“Kader Golkar yang tidak memenuhi kenerjanya silakan diganti dan kami akan carikan penggantinya,” katanya.

Mengenai kasus Bank Century, Ical menegaskan temuan-temuan yang ada saat ini bukanlah temuan dari Partai Golkar namun temuan dari tim Pansus DPR RI.

“Temuan itu adalah temuan Pansus DPR bukan temuan Partai Golkar,” katanya.

Menurut dia, temuan Pansus Bank Century berdasarkan fakta-fakta yang akan disampaikan kepada Presiden.

“Jika nantinya ada tindakan kriminal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memproses secara hukum,” katanya.

ant/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…