Sabtu, 30 Januari 2010 19:16 WIB Sport Share :

Gagal bawa tim ke Divisi Utama, Pelatih Persis diganti

Solo– Manajemen Persis Solo mengganti pelatih Abdul Hafit Djamado dengan Isman Jasulmei karena dinilai gagal membawa tim itu pada putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia.

“Djamado untuk sekarang ini dikembalikan ke manajemen,” kata Ketua Umum Persis Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di Solo, Sabtu.

Kehadiran Isman sebagai pelatih baru Persis merupakan bantuan dari seorang warga Solo yang peduli terhadap nasib tim itu yaitu Seno Kusumoarjo.

Persis saat ini di urutan bawah klasemen sementara divisi utama. Kehadiran pelatih baru diharapkan memperbaiki posisi tim itu terutama terhindar dari degradasi.

“Memang Persis dalam mengikuti kompetisi ini, anak-anak semangatnya divisi utama, tetapi untuk gaji mereka seperti main pada pertandingan antarkampung, maka hasilnya seperti ini,” katanya.

Persis juga mendapat dukungan tiga pemain asing diantaranya Alberto Faredes dan Charles Uchena. Kehadiran tiga pemain asing itu atas bantuan para pengusaha di Solo yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo.

“Bantuan pelatih dan pemain yang diberikan untuk Persis jangan terus diartikan dipolitisasi atau kriminalisasi karena sudah dekat Pilkada Kota Surakarta. Bantuan ini murni untuk menyelamatkan Persis dari ancaman degradasi,” kata Seno.

Ia mengatakan, kehadiran mereka untuk bergabung dengan Persis tidak menggunakan dukungan dana APBD atau dana lain Pemkot Surakarta tetapi murni berasal dari kalangan pengusaha setempat.

“Persis sekarang ini ibarat orang sakit, sudah masuk ruang ICCU, kalau tidak diselamatkan akan masuk degradasi, padahal Solo merupakan tempat lahirnya PSSI dan di kota ini pula banyak pemain bola baik bertaraf nasional maupun internasional,” katanya.

Isman, katanya, mendapat wewenang penuh untuk menghindarkan Persis dari degradasi.

“Target utama kami mendatangkan pelatih baru supaya terhindar dari degradasi. Apabila masih perlu pemain lagi masih bisa dipertimbangkan, kami siap memberikan bantuan,” katanya.

Isman mengatakan, Persis masih memiliki peluang terhindari dari degradasi asalkan semua pemain, pengurus, dan masyarakat memberikan dukungan secara penuh.

Selama putaran pertama kompetisi, Persis bermain 10 kali dengan nilai sembilan dan akan bermain sembilan kali lagi pada putaran kedua yaitu empat kali di kandang dan lima kali tandang.

“Kami berharap main empat kali di kandang bisa meraih poin penuh dan lainnya bisa didapat dari main di luar kandang sehingga Persis bisa terhindar degradasi,” katanya.

Ia mengatakan, akan konsolidasi pemain pada latihan hari-hari pertama untuk menghadapi putaran kedua dan selanjutnya melakukan berbagai pembenahan tim.

“Waktu satu minggu ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk berlatih, untuk persiapan menghadapi Persiba Bantul. Mudah-mudahan dalam pertandingan tandang itu, kami bisa meraih poin. Kami minta dukungan kepada seluruh pecinta Persis supaya target bisa tercapai,” katanya.

ant/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…