Sabtu, 30 Januari 2010 11:57 WIB Lifestyle,Kesehatan Share :

Butuh disiplin, konsisten & semangat

Menurunkan berat badan memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh kedisiplinan, konsistensi dan semangat. Tak heran, banyak orang yang menganggap menurunkan berat badan sebagai perjuangan berat. Seperti dituturkan Dewi, 25, warga Yogyakarta.
Gadis yang kini bekerja di salah satu perusahaan tambang di Kalimantan itu mengaku butuh waktu lebih dari dua tahun untuk menurunkan berat badannya sehingga mencapai berat ideal. “Sejak kecil saya sudah gemuk. Kondisi ini tak berubah hingga saya kuliah,” kata dia.
Memiliki tubuh tambun, belakangan cukup mengganggu Dewi. Utamanya, lantaran penampilannya yang kurang menarik. “Kata orang, sebenarnya wajah saya cukup manis sayang saya gendut,” katanya bercanda.
Berbagai cara menurunkan berat badan pernah dicobanya. Mulai minum jamu pelangsing, diet ketat hingga olahraga. Berat badannya memang sempat turun, namun itu tak berlangsung lama.
Bila banyak orang menganggap menurunkan berat badan adalah perjuangan berat, tak demikian menurut Yulia, konsultan Impressions Body Care Centre Solo. Kata kunci menurunkan berat badan, menurut dia, sesungguhnya terletak pada pengaturan pola makan. “Diet dengan menghilangkan makan malam atau makan pagi, bukan cara tepat menurunkan berat badan.”
Sebaliknya, Anda tetap harus makan tiga kali dalam sehari plus camilan di waktu tertentu, seperti pagi dan sore hari. Yang harus diperhatikan adalah porsi tiap kali makan.
Di Impression, lanjut Yulia, klien biasanya diminta untuk melakukan detoksifikasi terlebih dulu. Proses ini dimaksudkan untuk memperbaiki metabolisme tubuh yang terganggu. Dengan begitu, program penurunan berat badan bisa lebih optimal.
Setelah melalui detoksifikasi selama tiga hari, barulah pola makan diatur. Tentunya dengan tambahan asupan suplemen dari Impressions. “Penurunan berat badan yang sehat biasanya bertahap.”
Ingat! Penurunan berat badan tak boleh sembarangan. Karena itu, timpal Yulia lagi, sebelum memulai program penurunan berat badan, seseorang sebaiknya menentukan target terlebih dahulu. Caranya, dengan mengetahui berat badan ideal.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…