Sabtu, 30 Januari 2010 19:06 WIB Internasional Share :

15.000 Korban gempa Haiti terlantar, butuh toilet


Port Au Prince–
Para pengelola kamp untuk orang-orang terlantar Haiti mengatakan sekitar 15.000 orang terlantar yang ditampung di kamp dekat bandar udara sangat membutuhkan fasilitas toilet dan kamar mandi.

Corriolant Chenet, anggota perhimpunan penduduk lokal yang membangun kamp penduduk terlantar di pusat ibu kota Haiti sehari setelah gempa mengatakan mereka kebutuhan mereka diabaikan oleh tim-tim bantuan kendati tempa kamp mereka berdekatan dengan pintu gerbang Bandara Internasional Toussain L’Ouverture.

Sebanyak 15 ribu orang terlantar hidup di dekat bandara itu sebelum gempa dahsyat berkekuatan 7,3 pada skala Richter menghantam Haiti pada 12 Januari. “Kebanyakan mereka tidak bisa lagi kembali ke keluarga mereka yang hancur ketika ingin menggunakan kamar mandi,” katanya.

Para penduduk setempat ingin mulai memperbaiki rumah-rumah mereka namun tidak bisa hingga pemerintah memberikan lampu hijau.

Pemerintah telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko gempa susulan yang dapat meruntuhkan bangunan-bangunan.

Sementara itu, pasokan bahan makanan juga minim ke kamp tersebut. Chanet mengatakan kendati ada bantuan pangan dari badan-badan pemerintah untuk perlindungan sipil dan kelompok-kelompok agama, “kami memang menerima bantuan itu tapi tidak cukup.”

Pekan ini, terjadi bentrokan memperebutkan bahan pangan yang didistribusikan para tentara Brasil kekurangan pangan. Para tentara itu menyemprotkan gas air mata untuk mengontrol situasi.

PBB mengatakan masalah itu muncul akibat kelaparan melanda korban gempa yang kian meluas.

Gempa dahsyat tersebut  menewaskan sebanyak 200.000 orang, umumnya tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Lebih dari 150 orang dilaporkan berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup dari bawah bangunan yang runtuh oleh tim pertolongan yang datang dari berbagai negara.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…