Sabtu, 30 Januari 2010 12:26 WIB Lifestyle Share :

”Perkuat jaringan, lalu go organik!”

Seperti dikemukaan Robert Mercalfe, pendiri 3Com—perusahaan teknologi jaringan yang didirikan tahun 1979 di Massachusetts—kekuatan ekonomis bisnis adalah pangkat dua dari angka dalam jaringan. Sehingga, kekuatan jaringan akan merambat secara kuantum, bukan secara linear.
Dalam memasyarakatkan pertanian organik, Danto juga memanfaatkan kekuatan jaringan. Bermodalkan Jaringan Petani Organik (JPO) Jateng, dia bermimpi mewujudkan jaringan pertanian organik senusantara. Setahun ini, dia mulai merenda program pokok 2010 dalam wujud go pertanian organik.
Program itu diharapnya bukan hanya mampu meningkatkan produk pertanian namun juga meningkatkan pola hidup sehat masyarakat, sekaligus langkah bijaksana menyikapi langkanya pupuk kimia. ”Jadi, sengsara akibat langkanya pupuk, selanjutnya bisa membawa nikmat, karena kini petani menggunakan pupuk organik,” ujarnya berkelakar.
Lebih dari apa yang dikemukakan Mercalfe. Danto tak hanya memanfaatkan kekuatan jaringan untuk mendukung upaya ekonomis bisnisnya, namun juga mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemahaman pertanian organik dengan inti peternakan, menurut Danto harus dipahami benar olah petani.
Pemahaman yang setengah-setengah menjadikan sebagian besar petani belum mantap berpindah dari pupuk kimia ke pupuk organik. Yang sudah beralih ke organik pun tak jarang masih mengombinasikannya dengan pupuk anorganik.
Itu sebabnya, pelatihan-pelatihan di setiap kelompok tani menurut dia perlu terus digalakkan. JPO Jateng kini telah mempunyai anggota kelompok tani organik di 25 kabupaten. Produk yang dihasilkan pun tak hanya beras, namun juga buah-buahan, sayur-mayur sampai pohon aren yang niranya diolah menjadi gula merah. Semuanya dibudidayakan secara organik.
Semua kebutuhan yang serba organik pun kemudian dapat dipenuhi antarkabupaten sesuai dengan jenis pertanian yang digarap. Jika jaringan sudah semakin kuat dan mencakup seluruh nusantara, bukan tak mungkin menurut Danto, Indonesia bisa mencapai swasembada pangan baik beras, daging maupun bahan pangan lainnya.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…