Jumat, 29 Januari 2010 02:05 WIB Solo Share :

Terbelit kemiskinan, perempuan muda tidur di rel bengkong


Solo (Espos)-
-Di tengah badai aksi unjuk rasa 100 hari pemerintahan SBY, Kamis (28/1), Lina, seorang perempuan muda asal Semanggi Pasar Kliwon Solo tiba-tiba bikin kejutan.
Perempuan yang beberapa hari ini kabur dari rumahnya itu, berlari ke tengah jalan di kawasan rel bengkong Purwosari tanpa diketahui sebabnya. Di atas rel bengkong Purwosari itulah, Lina tidur telentang tanpa beban.

Sesekali berganti posisi tengkurap. Karuan, aksi Lina ini menyedot perhatian pengguna jalan yang kebetulan melintas di Jalan Slamet Riyadi. Sejumlah polisi lalu lintas, sopir angkot, hingga Satpol PP pun juga dikin deg-degan oleh ulah Lina.

“Dia itu depresi gara-gara persoalan keluarga. Sudah dua hari ini mengeluh sama saya terus,” kata teman Lina yang tak mau disebutkan namanya.

Sepanjang aksinya, Lina hanya terdiam seakan benar-benar tidur pulas. Tak jarang orang menyangka bahwa Lina adalah korban tabrak lari yang terkapar di tepi jalan tanpa pertolongan. Namun, tak demikian yang terjadi.

Sebab, Lina rupanya benar-benar depresi berat. Begitu ada orang yang mencoba mengusiknya, dia langsung mengumpat tak karuan. “Saya pingin mati. Biarkan saya mati!” teriaknya ketika salah seorang pengendara mencoba membujuknya karena iba. Seorang pengendara lainnya yang merasa iba juga bernasib sama. Dia bahkan membawa portal untuk melindungi Lina. “Kalau sampai ketabrak, malah celaka nantinya,” sahut lainnya, Sriyono yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Menurut Sriyono, Lina diduga hamil dua bulan. Dia sempat memeriksa nadinya untuk melihat kondisi kesehatannya. Namun, usahanya untuk membujuk Lina agar tak tidur di jalan, tetap sia-sia. “Kalau dari caranya bicara, dia sepertinya mengalami depresi berat,” terangnya.

Lina tak mendapatkan penanganan cukup lama sejak beraksi pukul 10.00 WIB. Sejumlah polisi lalu lintas juga angkat tangan menangani aksi Lina. Begitu pun sejumlah pengendara yang ingin menolongnya, juga tak mempan. Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya tiba lengkap dengan kendaraan angkutnya.

Proses pemindahan Lina rupanya tak gampang. Berulangkali Lina dibujuk agar mau pindah, namun tetap menolak. Atas bujukan temannnya yang menanti di sampingnya, hati Lina akhirnya melunak. Dan tak seberapa lama, dia pun diangkut ke mobil Satpol PP. “Untuk sementara kami akan bawa ke RSJD. Diperiksakan dulu, apakah kondisinya benar-benar depresi hingga demikain,” ujar Kasi Penegak Perda Satpol PP, Sutarja yang memimpin proses pengangkutan Lina.

Aris Susanto

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…