Jumat, 29 Januari 2010 14:18 WIB News Share :

Stres, ayah bunuh diri dan racuni 2 anaknya


Pontianak–
Stres karena himpitan ekonomi, membuat Beny (38) kehilangan akal sehat. Dia nekat bunuh diri dan meracuni dua anak kandungnya. Namun beruntung, nyawa kedua bocah malang tersebut masih bisa diselamatkan.

Informasi yang dihimpun, warga Dusun Sungai Asam, Desa Parit Permata, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar ini mengakhiri hidupnya dengan jalan menenggak obat hingga over dosis. Beny memang menderita stroke sejak di PHK pada 2001 lalu.

Sebelum melakukan tindakan nekatnya, dia terlebih dahulu mencoba membunuh dua anaknya, Viktor (12) dan Virgo (5). Dia memasukan obat yang sama ke dalam minuman buah hatinya tersebut.

“Sebelumnya dia (Beny) memang terlihat membeli es. Mungkin setelah pulang, es itu dicampur dengan obat stroke yang banyak kemudian meminumnya. Sebagian lagi diberkan ke anaknya,” ujar Mariani (25), ipar Beny, saat ditemui di RS TNI AU Supadio, Pontianak, Jumat (29/1).

Tak lama setelah menenggak ‘es maut’ itu, Beny langsung terkapar. Demikian juga dengan Viktor. Sedangkan Virgo hanya muntah-muntah saja. Kemungkinan besar, kedua bocah tersebut tidak meminum habis es yang diberikan ayah mereka karena rasanya pahit.

“Tapi usai meminum es, Virgo langsung kejang-kejang dan pingsan. Sedangkan Viktor pusing dan muntah-muntah. Mengetahui peristiwa itu puluhan warga langsung melarikan keduanya ke rumah sakit ini,” ujar Anita (26), kakak Mariani.

Virgo terlihat masih lemah. Selang infus tertancap di punggung tangan kanannya. Dokter juga memasukan selang lewat hidung bocah tersebut.

“Pemeriksaan awal menunjukkan, keduanya terkena obat dengan dosis berlebih,” ujar dokter umum RS TNI AU Supadio, dr Arya Justisia.

Keluarga miskin itu selama ini tinggal di rumah orang tua Beny. Mereka hidup hanya mengandalkan penghasilan istri Beny, Wati, sebagai babysitter di Kabupaten Sintang. Kondisi ini diduga membuat Beny stres berat sehingga nekat mengakhiri hidupnya dan kedua anaknya dengan cara tragis.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…