Jumat, 29 Januari 2010 18:58 WIB News Share :

SBY minta kalangan industri tak takut hadapi AC-FTA

Jakarta--Berlakunya perdagangan bebas antara ASEAN dan China lewat ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) sudah mulai berlangsung per 1 Januari 2010. Meski konsepnya sudah dimulai sejak 2004 lalu, ada saja pihak-pihak yang mengkritik pemberlakuan perdagangan bebas tersebut.

Menanggapi hal ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar pihak-pihak yang merasa belum siap menghadapi perdagangan bebas ini untuk tidak takut.

“Menghadapi perdagangan bebas, free trade, tidak perlu takut. Jangan gamang. Benar globalisasi ada tantangannya, tapi globalisasi juga memunculkan peluang-peluang,” kata SBY.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam peluncuran National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/1).

Solusinya, menurut SBY, Indonesia akan terus meningkatkan daya saing serta efisien dalam berbagai hal. Sehingga kesepakatan yang telah lama diambil oleh negara-negara ASEAN dan China tersebut tidak mengalami hambatan.

“Negosiasi tentang ini sudah berlangsung sangat lama. Pada Juni 2004, sebelum saya memimpin pemerintahan,” ungkap SBY.

“Kalau tidak siap. Ada solusinya, ada jalan keluarnya yang bisa kita selesaikan secara baik,” imbuh SBY.

Dengan demikian, ujar SBY, Indonesia tidak dicap sebagai negara yang begitu saja melanggar kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat.

“Tidak boleh selamanya kita tidak siap. Sementara yang lain sudah siap,” kata SBY.

Dia meminta kepada pihak-pihak yang mengklaim Indonesia belum siap, untuk tidak menafsirkan sendiri dengan membuat pernyataan-pernyataan pesimistis.

“Saya minta jangan menafsirkan sendiri. Apalagi berpikir terlalu jauh,” pinta SBY.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…