Jumat, 29 Januari 2010 12:27 WIB Internasional Share :

Pria di California melahirkan


California–
Usia kandungan Scott Moore (30) sudah mulai tua.
Scott adalah ‘pria’ kedua yang bisa hamil dan bulan depan ia
akan melahirkan anak pertamanya.

“Kami tahu beberapa orang akan mengkritik kami, tapi kami
bahagia dan tidak malu,” kata Scott seperti dikutip dari situs
telegraph.co.uk, Jumat (29/1) dini hari.

Scott dan pasangannya Thomas dilahirkan sebagai anak perempuan
dan telah menjalani operasi dan perawatan hormon untuk
mengubah jenis kelamin mereka. Secara hukum Scott telah
menikah dengan Thomas, keduanya kini tinggal di California,
Amerika Serikat.

Pasangan tersebut kini telah memiliki dua anak laki-laki yang
diadopsi, yakni Gregg (12) dan Logan (10) yang merupakan anak
dari perempuan mantan pasangan Thomas sebelumnya.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa keluarga
transgender juga bisa hidup sehat, penuh kasih sayang,” ujar
Thomas.

Sebenarnya, Scott lahir sebagai seorang gadis bernama Jessica.
Pertama kali ia menyadari bahwa ia ingin menjadi seorang pria
ketika memasuki masa puber pada usia 11 tahun.

“Saya selalu berpenampilan tomboi, tapi ketika payudaraku
mulai tumbuh saya sadar saya dilahirkan di tubuh yang salah,”
jelasnya.

“Ketika saya memberitahu keluarga saya, mereka pikir saya
gila, tapi mereka secara bertahap menyadari saya serius dan
mengizinkan saya untuk mulai mengambil hormon laki-laki ketika
saya berusia 16 tahun,” imbuhnya.

Orang tua Scott membayar £ 4.600 untuk mengangkat payudaranya.
“Saya sangat tertekan dan orangtua saya menyadari itu adalah
satu-satunya hal yang bisa membantu saya,” ungkap Scott.

Scott dan Thomas bertemu tahun 2005 di sebuah pertemuan
kelompok pendukung bagi kaum transgender. Thomas memulai
transisi saat berusia 19 tahun, meskipun dia tahu sejak usia 4
tahun dia ingin menjadi seorang pria.

Dua tahun lalu, untuk pertama kalinya dunia dikagetkan oleh
seorang ‘pria’ yang hamil dan melahirkan. Pria tersebut
bernama Thomas Beattie (30) dan menjadi headline di seluruh
dunia pada tahun 2008.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…