Jumat, 29 Januari 2010 22:39 WIB Wonogiri Share :

Pemilik lahan ancam segel sekolah


Wonogiri (Espos)-
-Merasa tidak di-uwongke, pemilik sertifikat lahan yang diatasnya dibangun gedung SDN 5 Gunungan, Manyaran, Wonogiri mengancam akan menyegel lahan tersebut.
Langkah penyegelan dilakukan setelah tiga kali berkirim surat, belum mendapatkan ganti rugi yang wajar. Dengan langkah itu, dikhawatirkan ratusan siswa yang kini menuntut ilmu di SD yang terletak di Dusun Tunggul, Desa Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri terancam telantar.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan terganggu. Namun, lahan sekolah tersebut dibeli oleh warga dengan cara iuran.
Pernyataan itu disampaikan pemilik sertifikat lahan SDN 5 Gunungan, Manyaran, Sutiyo, warga Glonggong, Gunungan, Manyaran dan Camat Manyaran, Sutiyarso saat ditemui Espos secara terpisah, Jumat (29/1).

“Lahan itu seluas 2.880 m2 dan awalnya tanah itu milik Ibu Kiyem, tetapi akhirnya kami beli senilai Rp 3 juta karena ada proyen Inpres,” ujar Sutiyo.

Diceritakan oleh Sutiyo, yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Gunungan ini, tahun 1991 halaman sekolah sempat dicangkuli dan ditanami jagung oleh Ny Kiyem.

Setelah kejadian itu, jelas mantan Kades Gunungan itu, pihak kecamatan meminta pemerintahan desa Gunungan untuk memfasilitasi dan tanah seluas 2.880 itu saya bayar senilai Rp 3 juta.

Menurut Sutiyo, surat kali pertama itu dikirim ke Bupati tertanggal 11 September 2008 dan surat kedua tertanggal 6 Maret 2009 yang ditujukan ke Dinas Pendidikan.

Camat Manyaran, Sutiyarso saat ditemui Espos menyatakan silakan saja disegel. “Kami sudah memfasilitasi pertemuan dengan yang bersangkutan, pihak desa, UPT Disdik dan tokoh masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu juga digelar rapat walimurid.”

tus

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…