Jumat, 29 Januari 2010 20:09 WIB Ekonomi Share :

Laweyan bakal jadi Batik Park

Solo (Espos)–Kampung Batik Laweyan, dalam waktu dekat ini akan berkembang menjadi sebuah kawasan pengembangan batik secara utuh, dan tidak hanya terbatas sebagai kawasan sentra produksi kerajinan batik saja.

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FKPBL), Alpha Febela Priyatmono, menyampaikan jika Laweyan sudah dikembangkan sebagai kawasan wisata dan herritage, maka nantinya akan berkembang lebih luas lagi cakupannya. “Yakni, Batik Park. Jadi, nanti Solo tidak hanya memiliki Solo Techno Park (STP) saja, tetapi juga Batik Park,” tutur Alpha.

Pengukuhan rencana pengembangan kawasan ini sudah dipertegas dengan ditandatanganinya memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Kamis (28/1).

MoU tersebut ditandatangani oleh Alpha sebagai perwakilan FKPBL dan Rektor Uniba, Prof Zaini Mochtarom.

Alpha menyampaikan, Laweyan selain akan terus dikembangkan sebagai kawasan wisata, herritage juga akan sebagai kawasan edukasi.
Seperti diketahui, Kampung Laweyan adalah wilayah yang cukup kental dengan sejarah. Sehingga, nantinya Laweyan akan dijadikan pusat studi, pengembangan serta penelitian batik dalam skala nasional maupun internasional.
Lebih lanjut Alpha menyampaikan bahwa dalam kapasitas sebagai Batik Park, perlu ada grand desain untuk realisasi fisik pengembangan sebuah kawasan.

haw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…