Jumat, 29 Januari 2010 13:59 WIB Sport Share :

Komdis PSSI larang Bonek dampingi Persebaya hingga 2014

Jakarta–Suporter Persebaya yang akrab disapa bonek alias bondo nekat dilarang untuk mendampingi timnya saat away hingga 2014. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman ini usai menggelar sidang di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).

Komdis sebelumnya telah melarang bonek untuk mendampingi timnya away selama dua tahun. Namun suporter yang identik dengan warna hijau itu bandel dan tetap mendampingi Persebaya saat melawat ke markas Persib Bandung, 24 Januri 2010.

Di perjalanan menuju dan kembali dari Bandung, Bonek bahkan berulah. Mereka melakukan penjarahan di beberapa stasiun dan terlibat aksi lempar dengan warga Solo. Ulah Bonek juga mengakibatkan jatuhnya korban luka pada warga, petugas keamanan, dan wartawan.

“Karena melawan terus, maka kami memperpanjang hukuman bagi bonek. Mereka dilarang untuk mendampingi Persebaya hingga 28 Januari 2014,” kata Hinca Panjaitan, Ketua Komdis PSSI, kepada wartawan usai sidang.

Tak hanya bonek yang kena hukum. Persebaya juga diwajibkan membayar denda Rp 50 juta kepada Persib dan Rp 250 juta kepada PSSI. “Mereka benar-benar telah mencoreng martabat sepakbola nasional,” kata Hinca.

Panpel Persib juga tak luput dari hukuman. Panpel Maung Bandung didenda Rp 20 juta karena memberikan izin kehadiran kepada Bonek dan denda percobaan Rp 250 juta hingga akhir musim karena nyanyian rasis suporter Persib.

Hukuman bagi Persebaya belum selesai. Melubernya Bonek saat duel panas lawan Arema Indonesia 16 Januari 2010 juga berbuntut sanksi berlapis bagi
Persebaya.

Akibat kejadian ini,  Persebaya diwajibkan menggelar satu pertandingan tanpa penonton yang efektif berlaku pada putaran kedua ISL 2009/2010 plus denda Rp 30 juta. Panpel Persebaya juga diwajibkan membayar ganti rugi Rp 5 juta kepada Arema. Ini merupakan biaya perbaikan bus yang sempat dilempari oleh bonek kala itu.

vivanews/fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…