Jumat, 29 Januari 2010 10:33 WIB Ekonomi Share :

Bukopin bantah nunggak pajak


Jakarta–
Pengumuman resmi pihak Direktorat Jenderal Pajak
Departemen Keuangan kepada Komisi XI DPR-RI terkait 100
perusahaan penunggak pajak, memasukan Bank Bukopin sebagai
penunggak pajak. Pihak Bukopin membantah tudingan menunggak
pajak karena selama ini sudah sangat patuh membayar pajak.

“Kalau pajak kita paling rapi bayar pajak, waduh, sedih juga
kita dibilang menunggak pajak, sedih kita,” kata Direktur
Utama PT Bukopin Glen Glenardi  saat ditemui disela-sela acara
pembukaan pameran Feed The World, di JCC, Jumat (29/1).

Glen mengaku sangat kaget terkait pengumuman tersebut. Padahal
kata dia, perseroan sangat patuh membayar pajak. Namun ia
menduga masalah ini berawal dari permasalahan double tax
(pajak berganda) terkait dibentuknya unit usaha syariah (UUS)
oleh Bukopin.

“Saya kaget, yang ada itu masalah UUS yang dulu  pajak dua
kali yah. Kalau UUS itu double tax kan nggak mungkin,”
katanya.

Ia menjelaskan jika perhitungannya berdasarkan hal tersebut,
maka seharusnya bank-bank lain yang saat ini memiliki UUS juga
bakal masuk dalam daftar.

“Saya pikir bukan hanya Bukopin kalau soal itu, saat ini
mengalami hal yangn sama. Jadi bukan penunggakan pajak,”
katanya.

Dirjen Pajak Tjiptardjo dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI
kemarin menyampaikan 100 penunggak pajak terbesar. Dalam
daftar tersebut, terdapat sejumlah bank, diantaranya adalah
Bank Bukopin.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…