Kamis, 28 Januari 2010 12:15 WIB Solo Share :

PP PMKRI nilai SBY-Boediono gagal jalankan pemerintahan


Solo (Espos)-
-Seratusan massa yang tergabung dalam Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Adisucipto Solo, tepatnya depan Griya SOLOPOS, Kamis (28/1).

Gelombang massa yang mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB ini adalah aksi memperingati 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono yang dinilai telah gagal menjalankan roda pemerintahan. Sejumlah perwakilan kemudian masuk ke Griya SOLOPOS dan ditemui langsung Redaktur Pelaksa (Redpel) Harian Umum SOLOPOS Anton W Prihartono.

Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan empat tuntutan. Di antaranya SBY terbukti gagal membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat indonesia, mendesak SBY tegas dalam upaya pemberantasan koruptor tanpa tebang pilih, mendesak SBY meninjau ulang Free Trade Agreement atau perjanjian perdagangan bebas dan memperkuat industri mikro, serta mendesak SBY mencabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) dan menyediakan akses pendidikan gratis untuk rakyat.

“Program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono menempatkan pemberantasan korupsi dan mafia peradilan pada prioritas kerjanya. Namun sejauh ini tataran pemberantasan korupsi hanya lipservice. Sehingga pemerintahan SBY-Boediono layak mendapatkan rapor merah,” tegas Ketua Presidium PP PMKRI BR Tri Adi Sumbago kepada Espos.

isw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…