Kamis, 28 Januari 2010 13:05 WIB News Share :

Persidangan vulgar, Antasari dibunuh karakternya

Jakarta--Terdakwa otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar merasa dibunuh karakternya olehjaksa penuntut umum (JPU). Antasari menilai JPU berimajinasi dengan menghadirkan fakta persidangan yang vulgar.

“Dengan diikuti secara vulgar mempermalukan saya, melakukan pembunuhan karakter seakan saya orang amoral. Padahal itu adalah rekayasa dari penuntut umum untuk menjebak saya,” ujar

Antasari saat membaca pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Kamis (28/1).

Menurut Antasari, ada skenario besar yang dibuat yang memfitnahnya menghilangkan nyawa orang lain. Kemudian penyebutan dirinya bersama Sigid Haryo Wibisono membujuk para eksekutor untuk menghilangkan nyawa Nasrudin bertentangan dengan fakta yang ada.

“Terdapat intimidasi dan intervensi untuk mengesankan seolah-olah saya berkonspirasi.Tidak pernah ada permufakatan antara saya untuk menghilangkan nyawa orang lain,” sebutnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…