Kamis, 28 Januari 2010 17:35 WIB Solo Share :

MoU Terminal TKI Adi Sumarmo diteken


Solo (Espos)–
Memorandum of understanding (MoU) pengelolaan Terminal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Adi Sumarmo antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) diteken, Kamis (28/1).

MoU itu mengatur, salah satunya pembagian pengelolaan terminal yang mulai dioperasikan awal 2009 tersebut. BNP2TKI mendapat bagian menanggung biaya perawatan bangunan yang berdiri di tanah seluas 1.500 meter persegi (m2).

Sedangkan Pemkot Solo, dalam hal ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kebagian mengelola area bisnis di lokasi setempat. Biaya perawatan perawatan ditaksir sebesar Rp 100 juta per tahun.

Sekretaris Utama BNP2TKI, Edy Sudibyo mengatakan MoU yang kemarin diteken ditujukan untuk mengoptimalkan pengelolaan terminal TKI. Sebab, Terminal TKI Bandara Adi Sumarmo menerima TKI dalam jumlah besar.

Sekitar 150 orang TKI per hari tercatat turun di terminal tersebut. Mereka berasal dari berbagai wilayah tak hanya di Soloraya. “MoU ini untuk mengoptimalkan pengelolaan Terminal TKI Adi Sumarmo. Pengelolaannya kita bagi, ada beban BNP2TKI dan ada bagian Pemkot. Selain itu, saya juga sampaikan beberapa hal yang diharapkan bisa dilakukan, khususnya mengenai ketentuan untuk menekan pungli, dengan membiarkan keluarga menjemput TKI ke terminal,” papar Edy, saat ditemui wartawan, seusai penandatanganan MoU, di Balaikota, Kamis.

tsa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…