Kamis, 28 Januari 2010 14:05 WIB News Share :

Korupsi 'gentanyangan' di pengadaan kapal mewah Rp 14 M


Jakarta-
-Pembelian kapal mewah buatan Perancis untuk memantau terumbu karang milik Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp 14,3 M dinilai mubazir. Bukan hanya itu saja, ditengarai juga ada indikasi korupsi. Karenanya, pembelian kapal mewah ini perlu dicermati dan diselidiki.

“Kalau mau monitoring terumbu karang cukup dengan kapal seharga Rp 20 juta hingga Rp 40 juta, mengingat karang berada pada wilayah relatif dangkal,” kata Koordinator Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (28/1).

Oleh karena itu, Riza mengatakan, tidak membutuhkan kapal mewah dengan bobot besar seperti itu bila hanya mengawasi terumbu karang. “Ini penting untuk dicermati,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Riza menuturkan, tepat lima tahun dan 100 hari kerja SBY-Boedion, nelayan dan masyarakat Indonesia belum mendapatkan keadilan. Bahkan, nelayan hanya mendapatkan 26 persen dari total transaksi perdagangan ikan.

“Hari ini, nelayan bersama elemen masyarakat Indonesia menyerukan ubah sistem, tegakkan keadilan perikanan,” pungkasnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…