Kamis, 28 Januari 2010 00:39 WIB Solo Share :

Jelang Pilkada Solo, koalisi PAN-PKS kian alot

Solo (Espos)--Menjelang rencana deklarasi masing-masing kubu kekuatan politik yang akan berlaga dalam Pilkada Solo, dua partai politik (Parpol) besar yakni PAN dan PKS masih terkesan alot dalam bersikap.

Kedua Parpol mengaku, langkah yang mereka lakukan sebagai bagian dari proses internal partai. Sebagai bagian dari itu, DPD PKS Solo bahkan telah menggelar rapat konsultasi dengan DPW PKS Jateng terkait hal tersebut, Selasa (26/1) malam.

Ketua DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto saat dihubungi wartawan mengatakan, pihaknya telah menyampaikan perkembangan dan komunikasi politik terakhir di Solo. “Kami presentasikan semua, dan peluangnya serta kemungkinan-kemungkinan yang ada. Nanti setelah itu semuanya diputuskan dan dibahas bersama,” jelas Sugeng, Rabu (27/1).

Paparan mereka ke Jateng, lanjut Sugeng, tak lepas dari dua opsi yang berkembang terakhir. Opsi tersebut adalah merapat ke incumbent atau ke kontestan baru. Dia mengakui, ada beberapa perbedaan paparan dari masing-masing opsi. Namun semuanya hingga saat ini masih dalam kajian. “Dalam elektabilitas juga ada perbedaan. Konteks kesiapan tim juga berbeda, hingga dinamika masyarakat yang berkembang. Itu juga berbeda,” beber dia.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PAN Solo, Bekti Suharto, secara terpisah mengatakan, pihaknya tak merasa khawatir bila kemudian sikap politik bersama yang bakal disampaikan dengan PKS dinilai telat.

Menurutnya, koalisi PAN-PKS merupakan sebuah bandul emas. Artinya, siapapun akan merasa tersanjung bila kemudian akhirnya mendapatkan dukungan PAN-PKS. “Jadi tidak bisa meninggalkan (kami) begitu saja,” urainya.

Saat ditanya mengapa sikap kedua partai tersebut terkesan alot, sementara kekuatan politik yang ada mulai mengambil sikap maupun gerakan, Bekti mengaku hal itu sebagai bagian dari proses internal.

Di PAN, jelasnya, ada rapat pleno yang nantinya melibatkan Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPD, dan pengurus harian maupun cabang untuk membahas hal tersebut.

Sebagaimana diketahui, dua kekuatan politik yang saat ini muncul yakni koalisi Demokrat-KPPS (Koalisi Partai Politik Surakarta) dan PDIP mulai ancang-ancang bersikap. Demokrat berencana mendeklarasikan koalisinya pada akhir Januari ini. Sementara pada pekan ini, PDIP bakal mengambil sikap pasti terkait rekomendasi DPP PDIP yang telah turun.

haa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…