Rabu, 27 Januari 2010 20:31 WIB Wonogiri Share :

Wonogiri terima Rp 43 miliar dana PNPM Mandiri

Wonogiri (Espos)–Wilayah Kabupaten Wonogiri pada 2010 ini menerima alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan senilai Rp 43 miliar. Alokasi dana itu lebih besar dari tahun 2009 lalu yang hanya Rp 41 miliar.

Dana senilai Rp 43 miliar tersebut akan dialokasikan di 23 kecamatan dengan nilai sekitar Rp 2 miliar per kecamatan dengan kriteria pembagian berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan jumlah rumah tangga miskin (RTM).

Dana bantuan yang bersifat stimulus itu diharapkan bisa terserap seluruhnya seperti yang terjadi pada 2009 lalu, di mana tingkat penyerapan dana PNPM mencapai 100 persen. Dana itu antara lain digunakan untuk proyek fisik (peningkatan infrastruktur) sebesar 75% dan pengelolaan keuangan (simpan pinjam untuk kelompok perempuan) sebesar 25%.

“Pelaksanaan PNPM di wilayah kami memang tergolong bagus dan telah mampu meningkatkan swadaya masyarakat pedesaan. Rata-rata tingkat swadaya masyarakat di tiap-tiap desa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Wonogiri, Harmadi, sesuai memberikan pengarahan pada pembukaan rapat koordinasi (Rakor) fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Rabu (27/1).

Harmadi mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan tersebut. Bahkan beberapa kecamatan meraih prestasi di tingkat nasional maupun provinsi dalam pelaksanaan PNPM tersebut. Karena itulah, Harmadi mengatakan, pihaknya sangat siap menyambut kedatangan tim peninjau dari Bank Dunia, Sabtu (30/1)-Minggu (31/1) ini.

Fasilitator Bidang Keuangan Koordinator PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Wonogiri, Andreas Tri Handono, menjelaskan prestasi dimaksud adalah Juara I tingkat nasional dalam bidang entrepreneurship yang diraih Kecamatan Batuwarno pada 2008 lalu dan juara III tingkat Provinsi Jateng dalam pencapaian surplus tertinggi untuk simpan pinjam kelompok perempuan yang diraih Kecamatan Jatiroto.

shs

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…