Rabu, 27 Januari 2010 18:07 WIB Solo Share :

Warga bantaran geruduk kantor DTRK


Solo (Espos)-
-Belasan warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo meng-geruduk kantor Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Rabu (27/1). Mereka menuntut dinas tersebut melapangkan jalan warga yang hendak mengurus pembuatan sertifikat tanah mereka ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo.

Belasan warga mendatangi kantor DTRK secara tiba-tiba. Kedatangan mereka disambut Kepala DTRK Solo, Yob S Nugroho, yang segera menggelar audiensi.

Sayangnya meski sudah beraudiensi, warga tidak puas. Warga bahkan merasa di-ping pong oleh BPN dan DTRK. BPN tidak meluluskan permintaan sertifikat warga sebab kawasan yang akan disertifikatkan itu tidak memiliki site plan. Sebaliknya, DTRK menilai persoalan tanah adalah kewenangan BPN, selama tidak ada surat resmi BPN yang meminta DTRK terlibat.

Salah satu warga, Kostrad Nursanty, ditemui wartawan, di lokasi setempat, Rabu (27/1), mengatakan warga kesal sebab permintaan untuk memecah sertifikat tidak diakomodasi BPN, dengan alasan tidak ada site plan.

Sementara itu, menanggapi kedatangan warga bantaran, Yob S Nugroho, ditemui terpisah, menegaskan persoalan tanah sepenuhnya kewenangan BPN.

tsa

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…