Rabu, 27 Januari 2010 12:33 WIB Internasional Share :

Terjadi baku tembak, Korut-Korsel tegang


Seoul–
Korea Utara dan Korea Selatan terlibat baku tembak artileri di dekat perbatasan laut yang mereka sengketakan, persis di tempat bentrokan angkatan laut yang mematikan di waktu lalu, yang mendorong meningkatnya ketegangan antara kedua negara, Rabu (27/1).

Tembakan artileri dari daratan Korea Utara ke perairan dekat perbatasan itu terjadi sesaat setelah pukul 09.00 waktu setempat, kata seorang juru bicara Kepala Staf Gabungan.

“Pasukan militer kami segera membalas menembak,” kata seorang pejabat kepresidenan Seoul yang minta tak disebut namanya kepada AFP.

Insiden itu terjadi sehari setelah Korea Utara mengumumkan larangan zona berlayar di sekitar titik api perbatasan, yang menjadi tempat bentrokan angkatan laut yang menelan korban pada 1999 dan 2002.

Bentrokan lainnya terjadi pada November yang menyebabkan sebuah kapal patroli Korea Utara terbakar.

Pejabat itu mengatakan, beberapa tembakan artileri Korea Utara mendarat di utara perbatasan, sedangkan pasukan Seoul menembak senjata tersebut pada saat mereka berada di udara. Tidak seorangpun cedera dan tidak ada pula kerusakan yang disebabkan.

Pejabat itu menolak mengatakan apa jenis-jenis senjata yang digunakan atau berapa banyak artileri yang ditembakkan.

“Pasukan militer kami menembak senjata artileri itu di udara,” katanya.

Kantor berita Yonhap mengatakan, meriam-meriam itu mendarat di dekat pulau yang dikuasai Korea Selatan, Baengnyeong, di Laut Kuning.

Kantor berita itu mengatakan, pasukan marinir yang ditempatkan di pulau itu membalas dengan tembakan kanon Vulcan dengan jarak tiga-empat kilometer di garis pantai.

“Pada saat Korea Utara menembak, sekitar 20-30 gumpalan air muncrat ke udara,” kata kantor berita tersebut, mengutip satu sumber.

Perbatasan laut telah menjadi sumber ketegangan sejak wilayah itu ditinggalkan oleh pasukan PBB pada akhir Perang Korea 1950-1953.

Korea Utara menegaskan bahwa pihaknya selanjutnya akan mundur ke selatan.

Pada Selasa lalu, para pejabat Seoul mengatakan, bahwa Korea Utara telah mengumumkan larangan perlayaran kapal di dua kawasan sekitar perbatasan selama dua bulan.

Pengumuman itu meningkatkan spekulasi adanya latihan militer atau peluncuran rudal oleh Korea Utara di wilayah tersebut.

Korea Selatan menggelar pertemuan darurat tentang keamanan dan menteri-menteri lain untuk merespon baku tembak tersebut, kata seorang pejabat kepresidenan kepada AFP.

Pertempuran singkat namun gencar pada November lalu pecah ketika sebuah kapal patroli Korea Utara menyeberang garis perbatasan, dan menolak untuk kembali meskipun terdapat peringatan-peringatan, menurut Seoul.

Gempuran tembakan menyebabkan kapal Korea Utara itu mundur dalam keadaan terbakar dan satu kapal Korea Selatan dengan lobang peluru pada lambungnya.

Tidak ada penjelasan mengenai adanya korban di pihak Korea Utara, sedangkan di pihak Korea Selatan, awak kapalnya tidak ada yang cedera.

Pada bulan lalu, Korea Utara memperingatkan kapal-kapal Korea Selatan untuk menghindari daerah perbatasan, dan mengatakan bahwa satuan artileri pantainya akan melakukan latihan tembak untuk merespons “provokasi militer yang tak ada henti-hentinya” dari Korea Selatan.

Korea Utara juga mengirim berbagai pesan dalam beberapa bulan terakhir.

ant/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…