Rabu, 27 Januari 2010 08:07 WIB Ah Tenane Share :

Sepatu mlenyek

27koploJon Koplo dan Lady Cempluk adalah staf bagian promosi sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Bengawan. Beberapa waktu lalu mereka mendapat tugas melakukan lobi promosi ke sebuah sekolah yang berada di pinggiran Solo.
Berhubung akan nampang di depan kelas, wajib hukumnya bagi Jon Koplo untuk tampil semenarik mungkin. Tak kalah hebohnya Lady Cempluk, ia dandan habis-habisan lengkap dengan celana panjang dan sepatu berhak tinggi. Setelah itu berangkatlah mereka berboncengan sepeda motor. Koplo di depan, sementara Cempluk mbonceng mbegagah karena membawa barang yang cukup banyak.
Setengah jam perjalanan, sampailah mereka di sekolah yang dituju. Lady Cempluk pun segera turun karena sudah tidak kuat ngampet kemeng di boyok-nya. Tapi sayang, landing-nya tidak berjalan mulus. Begitu menginjakkan sepatu ke tanah, Cempluk malah hampir jatuh nggeblag sehingga barang bawaanya berhamburan.
”Ngapa Pluk, kok nggloyori? Durung sarapan ya?” tanya Koplo yang belum mudheng duduk persoalannya.
Ternyata penyebabnya adalah karena hak sepatu kanannya hilang. Cempluk baru sadar bahwa selama dalam perjalanan tadi hak sepatu yang terbuat dari plastik itu bersentuhan dengan knalpot sehingga mlenyek akibat kepanasan. Karuan saja peristiwa itu bahan tertawaan para siswa yang waktu itu sedang beristirahat.
Sementara Jon Koplo sibuk memunguti barang-barang yang tercecer sambil menahan tawa, Cempluk langsung berjalan terpincang-pincang mencari tiolet. Untungnya ia bawa cutter. Meniru sebuah iklan permen, Cempluk langsung memotong hak sepatu yang satunya agar tidak pincang lagi. Cuma bedanya, kalau di iklan wajahnya jadi ceria, tapi wajah Cempluk kelihatan mbesengut abang ireng.  Kiriman Fitriyanto, Wisma Panca Putra, Jl Kartika, Ngoresan RT 03/RW 22, Jebres, Solo 57126.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…