Rabu, 27 Januari 2010 14:17 WIB Internasional Share :

Pemilu Sri Lanka, Presiden Rajapakse unggul sementara

Kolombo–Presiden Sri Lanka  untuk sementara unggul dalam hasil sementara  pemilu, Rabu, tetapi pesaing utamanya  mengatakan ia khawatir ditahan setelah pasukan mengepung  hotel tempat dia  dan para pemimpin oposisi lainnya tinggal.

Presiden Mahinda Rajapakse memimpin dengan 1,51 juta suara  sedang pesaingnya  mantan panglima angkatan darat , Jenderal Sarath Fonseka  meraih 983.022 suara, dengan hasil dari sekitar seperempat  suara yang telah disiarkan secara resmi  dalam pemilihan presiden pertama pasca perang saudara.

Dua pemenang perang dan kemudian bermusuhan dalam satu kampanye berdarah  yang memuncak pada pemilu  yang sebagian damai, dengan para pemantau independen  menyatakan mereka yang menggunakan hak suara antara 70 dan 80 persen  dari 14 juta pemilih yang terdaftar di negara pulau Samudra India itu.

Ketika hasil itu diumumkan, para pendukung Rajapakse merayakan nya dengan membakar petasan di ibu kota Kolombo.

Rabu pagi, Fonseka mengatakan tentara mengepung  hotel Cinnamon Lakeside  di Kolombo tempat ia  tinggal bersama dengan mantan Perdana Menteri Ranil  Wickresinghe, pemimpin posisi  dan para ketua partai oposisi.

“Orang-orang ini dikepung di hotel itu dengan militer mengancam para petugas keamanan saya,” kata Fonseka kepada Reuters melalui telepon . “Mereka berencana mengepung kami dan menahan kami dan saya tidak tahu apakah ini dalam  tahap operasi khusus.”

Seorang wartawan Reuters  melihat ratusan tentara termasuk pasukan komando berjaga-jaga dekat hotel itu  setelah memblokir jalan di depannya.

Seorang juru bicara militer tindak bersedia memberi komentar, tetapi satu sumber senior militer  dan seorang staf penting presiden mengatakan  Fonseka berada dalam pengawasan untuk menjamin dia tidak berusaha melakukan kudeta  bersama dengan para pendukungnya  dari satu kelompok angkatan darat yang dia pimpin  delapan bulan lalu.

Fonseka  pada hari-hari terakhirnya  dari kampanye  itu mengatakan pemerintah berencana  mencuri suara atau menahan dia seandainya ia menang.

Pemerintah hendaknya melupakan, yang mengatakan Rajapakse akan menang pemilihan itu secara bersih  dan tidak perlu  menipu.

Jenderal itu, Selasa mengatakan ia mengharapkan dapat menang dengan satu juta suara , tetapi ia tidak menang di daerah pemilihannya Ambalangoda, dengan meraih hanya 35.9 persen  sementra Rajapakse memperoleh 62,7 persen.

Rajapakse menyelenggarakan pemilihan itu dua tahun lebih cepat, dengan harapan dapat memanfaatkan popularitasnya pasca perang  untuk memenangkan masa jabatan enam tahun keduanya  guna memperkuat kekuasaannya.

Fonseka sebagai panglima angkatan darat  melakukan operasi kontra pemberontakan  untuk menumpas pemberontak Macan Tamil , sementara Rajapakse  menolak desakan internasional bagi gencatan senjata  dan dikecam  atas kematian warga sipil yang memicu pengusutan kejahatan perang .

ant/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…