Rabu, 27 Januari 2010 18:17 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa UMS nilai SBY-Boediono gagal

Solo (Espos)–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengaku kecewa terhadap program 100 hari SBY-Boediono terkait penyelesaian polemik kasus Century.

Mahasiswa meluapkan kekecewaan dengan menggelar demonstrasi di lingkungan kampus. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menampilkan aksi teatrikal dengan mengusung pocong dan peti mati.

Mereka berorasi sembari menabur bunga di sekitar areal kampus. Menurut Presiden BEM UMS, Mochamad Nur, aksi teatrikal melambangkan matinya demokrasi dan rasa kebersamaan di lingkungan elite pemerintahan.

Dia mengatakan, tidak tegasnya pemerintah dalam mengungkap kasus korupsi dan penyimpangan dalam polemik Century, hal tersebut berdampak pada hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintahan.

“Skadal Century tidak ditangani secara tegas, pihak yang berwenang saling berkelit untuk mengungkap kebenaran,” paparnya ketika dijumpai, Rabu (27/1) di UMS.

Selain itu mahasiswa juga mengkritisi kebijakan hak angket DPR RI terkait skandal Century, dia mengatakan anggota dewan yang terlibat dalam Panitia Khusus harus bersikap obyektif untuk dan tidak memihak kepentingan kelompok maupun partai tertentu.

das

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…