Rabu, 27 Januari 2010 07:03 WIB Internasional Share :

Kelaparan, warga Haiti ricuh cari makanan

Port-au-Prince–Suasana ricuh terjadi saat ribuan warga Haiti mencari makanan akibat kelaparan. Pasukan PBB terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghentikan kericuhan tersebut.

“Mereka bukan kekerasan, hanya putus asa. Mereka hanya ingin makan,” ujar Kolonel Angkatan Darat Brasil, Fernando Soares seperti dilansir Reuters, Rabu (27/1).

Warga yang kelaparan kemudian berkerumum mencari makanan yang sudah rusak di luar istana presiden. Hal ini dilakukan karena bantuan untuk korban gempa mengalami penundaan.

Pasukan penjaga perdamaian PBB akhirnya menggunakan semprotan merica untuk mengendalikan kerumunan ribuan warga Haiti yang mencari makanan di kamp darurat di depan istana.

“Masalahnya makanan tidak cukup untuk semua orang.” kata Soares.

Gempa berkekuatan 7,0 SR telah menewaskan sedikitnya 200 ribu orang dan menghancurkan ibukota Haiti, Port-au-Prince, dan kota-kota lain. Sementara ribuan orang lainnya terluka dalam musibah tersebut.

Pasukan penjaga perdamaian PBB dan pekerja bantuan kini diperluas guna meningkatkan pendistribusian bantuan. Hal itu dilakukan karena korban mengeluhkan banuan yang ditujukan ke Haiti tidak sampai ke tangan para korban.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…