Rabu, 27 Januari 2010 16:36 WIB Boyolali Share :

Hadapi ACFTA, buah andalan Boyolali bakal disertifikasi

Boyolali (Espos)--Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Boyolali akan melakukan identifikasi lahan buah-buahan lokal andalan, khususnya durian dan pepaya, untuk disertifikasikan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi persaingan di pasar bebas pasca-diberlakukannya Asean China Free Trade Agrement (ACFTA) pada tahun 2010 ini.

Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Boyolali, Juwaris mengemukakan sertifikasi lahan pertanian dinilai sangat penting karena akan menjadi salah satu penentu kualitas produksi pertanian yang dihasilkan. “Dengan sertifikasi lahan ini, produk unggulan di Boyolali akan dapat diketahui secara lebih jelas asal-usul lahan produksi, beserta proses budi dayanya, khususnya bagi konsumen, sehingga daya saing komoditas yang dihasilkan akan ditentukan sesuai validitas sertifikasi lahan yang ada,” kata Juwaris ketika ditemui wartawan di Boyolali, Rabu (27/1).

Juwaris menjelaskan diberlakukannya ACFTA mendorong persaingan usaha yang sangat ketat di semua sektor, termasuk sektor pertanian, untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar bebas saat ini. Dalam hal ini, konsumen dipastikan akan menjadi semakin kritis termasuk terhadap produk yang dihasilkan petani. Jika buah-buahan yang dihasilkan belum disertifikasi, maka daya saingnya sangat rendah dan harganya pun menjadi sangat murah.

“Di Boyolali, ada sekitar lima kecamatan sentra penghasil buah durian, yakni Musuk, Mojosongo, Ampel, Karanggede dan Teras. Dari lima kecamatan tersebut yang paling besar adalah kecamatan Musuk di mana terdapat sebanyak tujuh desa penghasil durian dengan varietas khusus antara lain Keposong, Dragan, Lampar, Karanganyar, Pagerjurang dan Jemowo,” urainya.


sry

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…