Selasa, 26 Januari 2010 12:38 WIB News Share :

Polisi sita puluhan panah dan busur warga Kwamki Lama

Timika– Aparat Polres Mimika, Papua, Selasa (26/1), menyita sedikitnya 50 anak panah dan 16 busur dari warga Kwamki Lama, Kelurahan Harapan.

Kapolres Mimika, AKBP Muhammad Sagi kepada wartawan di Timika, Selasa mengatakan, penyitaan senjata tajam dari warga Kwamki Lama itu untuk memulihkan kembali situasi kamtibmas di wilayah yang rawan konflik “perang suku” itu.

“Tadi pagi kami menyita puluhan anak panah dan busur dari warga Kwamki Lama,” kata Sagi.

Ia mengatakan, razia senjata tajam di Kwamki Lama dilakukan pada Selasa pagi mulai pukul 10.00-12.00 WIT melibatkan sedikitnya puluhan anggota Dalmas Polres Mimika dibantu anggota Polsek Mimika Baru.

Menurut Sagi, saat ini situasi kamtibmas di Kwamki Lama berangsur-angsur normal. Namun, dua kelompok warga yang sebelumnya bertikai masih ragu-ragu melintas ke kawasan kelompok yang lain.

Sagi mengemukakan, untuk mempercepat pulihnya kondisi kamtibmas di Kwamki Lama dan juga Timika umumnya maka dalam waktu dekat seluruh toko yang menjual minuman keras (miras) beralkohol akan ditutup.

“Kami masih berkoordinasi dengan Pemda Mimika untuk menutup penjualan miras agar tidak ada orang mabuk lagi di Timika. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi hal ini bisa terwujud,” kata Sagi.

Sedangkan menyangkut pelaku pembunuhan Isodorus Edoway (13), siswa SMP YPPGI Kwamki Lama, Kapolres Mimika mengatakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

“Pelakunya belum diamankan, kami masih lakukan penyelidikan sampai tuntas,” jelas Sagi.

Dua kelompok warga di Kwamki Lama, Timika, terlibat konflik hebat sejak 4-18 Januari lalu mengakibatkan tiga warga meninggal dan puluhan luka-luka.

Kedua kelompok yang bertikai di Kwamki Lama telah menggelar prosesi adat perdamaian, pekan lalu.

ant/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…