Selasa, 26 Januari 2010 10:33 WIB Solo Share :

Jelang 100 Hari pemerintahan SBY-Boediono, Puluhan mahasiswa UNS demo


Solo (Espos)–
Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UNS menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (26/1)  di Boelevard UNS. Aksi tersebut merupakan rangkaian aksi menjelang 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini disiapkan untuk menilai kinerja 100 pemerintahan SBY-Boediono pada tanggal 28 Januari nanti. Tiga tuntutan disiapkan, yakni BEM se-Solo menyiapkan gugatan rakyat, deklarasi Solo dan deklarasi ampera.
Bahkan mereka menyatakan akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang banyak dalam memperingati 100 hari pemerintahan SBY-Boediono.

Presiden BEM UNS Hari Nur Arif kepada Espos di sela-sela aksinya mengatakan tujuh gugatan rakyat yang disiapkan di antaranya adalah nasionalisasi aset-aset bangsa, pendidikan bermutu dan berkualitas, supremasi hukum, usut kasus BLBI hingga tuntas, pengusutan kasus Lapindo, peningkatan perekonomian dan pangan serta keseriusan persoalan penanganan lingkungan hidup.

Sementara deklarasi Solo yang akan dibacakan dalam aksi 100 hari pemerintahan SBY-Boediono adalah menolak kriminalisasi komisi pemberantasan korupsi (KPK) dan pengusutan kasus skandal Century yang merugikan negara hingga Rp 6,7 triliun. “Sedangkan deklarasi Ampera intinya berisi penuntasan kasus korupsi, ekonomi dan pendidikan,” katanya.

isw/kur

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…