Selasa, 26 Januari 2010 08:38 WIB Ah Tenane Share :

Duren Rp 12 juta

26koploKetika musim durian tiba seperti saat sekarang ini, Jon Koplo jadi teringat pengalaman sialnya di Bulan Puasa lalu. Warga Solo ini pernah keblondrok Rp 12 juta untuk satu buah durian yang tidak jadi ia makan. Lho, kok bisa?
Jon Koplo yang hobi berat dengan yang namanya duren ini, siang itu mengajak istrinya, Lady Cempluk, klintong-klintong keliling Kota Bengawan untuk mencari hidangan buka puasa. Ketika melihat buah duren pating gemandhul dijajakan pedagang di pinggir jalan, maka turunlah pasangan suami istri itu untuk membeli.
Namun setelah tawar-menawar harganya tidak kedadeyan, Koplo dan Cempluk pun kembali masuk mobil tak jadi beli, siapa tahu nanti di lain tempat ada yang lebih murah.
Begitu Koplo mau menstater mobilnya, e, lha kok pedagang duren tadi memanggil, ”Pak! Pak…! Ini lho, mangga tak kasihkan, untuk bukak dhasar dan penglaris!”
Dipanggil begitu, Jon  Koplo buru-buru buka pintu mobil untuk turun membeli. Tetapi apa yang terjadi, Pembaca? Saking kesusu-nya, Koplo sama sekali tidak nggagas kiri-kanan-muka-belakang. Langsung saja pintu dibuka mak byak… eh, tahu-tahu ada suara mak jedherrr… grobyak!, aduhhh… Setelah dilihat, lho kok di samping mobilnya ada sepeda motor bersama penumpangnya tiduran di jalan sambil mengerang kesakitan. Ternyata ada sepeda motor nabrak pintu mobil yang dibuka tadi. Karuan saja Jon Koplo buru-buru membantu orang tersebut, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit.
Untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya, sohib kita ini harus menanggung semua biaya perawatan korban sampai keluar dari rumah sakit yang menghabiskan biaya Rp 12 juta!
Akhirnya Koplo hanya bisa nggrantes, ”Ealah, tuku duren rung nganti kepangan kok mbayar rolas yuta…” batinnya.  Kiriman C Ikka Sri Litnaniyah SH SPd MMiss, Jl Kutai VII No 11 RT 07/RW 07, Sumber, Banjarsari, Solo

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…