Selasa, 26 Januari 2010 22:43 WIB News Share :

Dana proyek tol Semarang-Solo bengkak

Semarang (Espos)–Biaya proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo sepanjang 75,6 km diperkirakan membengkak dari bujet anggaran semula yakni senilai lebih kurang Rp 7 triliun.

Menurut anggota Komisi D DPRD Jateng, Kamal Fauzi membengkaknya biaya tersebut karena pelaksanaan proyek tersebut sempat terkatung-katung sejak tahun 2007 silam.

“Bisa dipastikan biaya pembangunan jalan tol Semarang-Solo akan membengkak dari perkiraan biaya sebelumnya Rp sekitar 7 triliun, sebab harga material bahan bangunan sekarang naik,” katanya di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (26/1).

Membengkaknya anggaran selain karena kenaikan harga material bahan bangunan, juga biaya pembebasan lahan untuk jalan tol, misalnya ruas Semarang-Ungaran yang semula hanya dianggarkan antara Rp 247 miliar sampai Rp 250 miliar membengkak menjadi Rp 550 miliar.

Hanya saja, Kamal belum bisa memprediksikan berapa besar kenaikan biaya. Untuk kepastiannya, ia akan menanyakan pada pihak pelaksana proyek jalan tol tersebut yakni PT Trans Marga Jateng (TMJ).

“Besok Komisi D memanggil PT TMJ, Bina Marga, serta pihak terkait lainnya. Saya akan tanyakan kepastian besarnya anggaran dana jalan tol Semarang-Solo,” ujar anggota Dewan dari FPKS ini.

Selain masalah anggaran dana, sambung Kamal dalam dengar pendapat tersebut dibahas progres pekerjaan proyek tol sudah sampai sejauh mana guna, serta kendala-kendala yang dihadapi.
“Kami akan bahas tuntas pelaksanaan proyek jalan tol tersebut, agar tak molor lagi dari target ditentukan yakni 2012,” tandasnya.

Gubernur Jateng, Bibit Waluyo sebelumnya mentargetkan pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa rampung pada tahun 2012.

Untuk menangani proyek pembangunan jalan tol tersebut adalah PT Trans Marga Jateng (TMJ), dengan komposisi kepemilikan saham PT Sarana Pembangaunan Jawa Tengah (SPJT) (40%) dan PT Jasa Marga (60%).

Sementara Kepala Dinas Binas Marga Jateng, Danang Atmodjo menyatakan investasi pembangunan jalan tol Semarang-Solo seluruhnya berasal dari dalam negeri

Menurut dia, sindikasi perbankan di Indonesia telah mengucurkan dana pinjaman senilai Rp 4,6 triliun untuk membiayai proyek tol tersebut, dengan perincian BNI senilai Rp1,61 triliun, Bank Mandiri senilai Rp1,84 triliun, BRI Rp 1,15 triliun, serta Bank Jateng sebesar Rp100 miliar.

oto

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…