Selasa, 26 Januari 2010 20:30 WIB Klaten,Solo Share :

Bayi kembar siam akhirnya meninggal, dimakamkan satu liang lahat

Solo (Espos)–Bayi kembar siam Dewi Sri Lestari dan Desi Sri Lestari, anak dari pasangan Agus Dwi Prasetyo, 24, dan Priyantini, 30, meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi, Selasa (26/1) dini hari pukul 00.25 WIB. Kedua bayi itu belum sempat dipisahkan oleh tim dokter Moewardi.
Secara medis, penyebab meninggalnya kedua bayi mungil itu menurut tim dokter yang menangani Dewi-Desi, yang disampaikan melalui Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Solo, Mulyati, lantaran satu organ hati digunakan untuk menanggung beban kerja kedua bayi itu.
“Hepar-nya besar dan jadi satu,” kata Mulyati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (26/1) pagi.

Kondisi Dewi-Desi juga diperparah oleh sistem absorpsi atau sistem pengolahan makanan yang kurang bagus. Selain itu, disampaikannya pula, jantung kedua bayi itu juga terbungkus menjadi satu.

Sebelumnya, dinyatakan bahwa organ jantung Dewi dan Desi terpisah. Hanya, keduanya jantung itu mengalami kelainan, yakni terbungkus menjadi satu bagian.

“Ibarat dua kelereng yang ada dalam satu balon,” kata Mulyati. Sementara, terang Mulyati, organ dalam kedua bayi itu, seperti paru-paru dan usus dinyatakan masih normal.

Kondisi Dewi-Desi selama perawatan memang mengalami pasang surut. Ketika jumlah trombosit dan leukosit bayi pertama menurun, bayi kedua tetap stabil. Di lain kesempatan, hal itu terjadi secara bergantian dan simultan.
Hampir setiap hari, tim yang terdiri dari dokter spesialis melakukan rapat koordinasi tentang apa yang mesti dilakukan kepada bayi kembar siam pasangan Agus dan Priyantini itu. Namun pada pukul 24.00 WIB, menurut Mulyati, tiba-tiba kondisi Dewi-Desi semakin buruk.

Dua jam sesudah meninggal, bayi baru bisa dipindahkan ke kamar mayat. Namun sebelumnya, pihak keluarga bayi menginginkan agar Dewi-Desi dipisahkan guna mempermudah proses pemakaman.
“Pemisahannya dilakukan oleh tim bedah forensik dan bedah anak,” terang Mulyati. Selasa kemarin sekitar jam 09.45 pihak keluarga membawa kedua bayi itu pulang untuk dimakamkan.

Sementara kedua bayi itu dimakamkan di pemakaman desa setempat. Meskipun jasad keduanya sudah dipisahkan, Dewi Sri Lestari dan Desi Sri Lestari dikuburkan dalam satu liang lahat.

m87/rei

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…