Selasa, 26 Januari 2010 11:55 WIB News Share :

AC China mulai banjiri pasar dalam negeri

Jakarta– Perjanjian kerja sama perdagangan antara China dan ASEAN (CAFTA) yang mulai dilaksanakan pada 1 Januari 2010 membuat sejumlah produk China telah membanjiri pasar Indonesia.

Produk-produk China yang diekspor ke Indonesia seperti sepatu, baju dan barang industri rumah tangga mendapat respon pelaku pasar lokal karena harganya lebih murah.

China memfokuskan diri terhadap pasar Asia khususnya Indonesia, karena ekonominya yang terus tumbuh, meski pertumbuhannya masih dibawah negara Tirai Bambu yang mencapai 9,6 persen.

Indonesia dinilai merupakan pasar potensial bagi pelemparan produk China selain jumlah penduduknya yang besar juga ekonominya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ekonomi Indonesia cukup positif, namun pertumbuhan yang terus membaik belum memenuhi sasaran seperti peningkatan tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan.

China melihat peluang pasar di  Indonesia cukup besar yang harus digarap lebih serius, meski sejumlah perusahaan asing lainnya sudah masuk pasar elekronika Indonesia seperti PT Samsung Electronic Indonesia dan PT LG Indonesia.

Dibukanya kran perdagangan bebas China-ASEAN akan dijadikan pintu gerbang untuk masuknya produk China ke pasar Asia terutama Indonesia.

Hal ini yang perusahaan industri elektronika China, Haier berminat masuk pasar Indonesia dengan mengimpor produk AC (Air Condition) ke pasar domestik.

Direktur PT Indopacific Indonesia Nusantara kepada pers di Jakarta, Selasa mengatakan, Haier mulai memasarkan produk AC ke Indonesia dan menargetkan dalam tiga tahun kedepan akan bisa menjadi pemain nomor 10 di dalam negeri.

Tahap pertama tahun ini, Haier akan memasarkan produk AC ke seluruh Indonesia melalui mitra usaha lokal yang telah ditunjuk, PT Indopacific Nusantara, katanya.

Budiawan Jusmin mengatakan, Haier optimis dapat meraih pasar domestik lebih cepat, karena brand Haier di dunia sudah sangat dikenal terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

Apabila permintaan pasar terus meningkat, Haier kemungkinan akan mendirikan pabrik di Indonesia agar dapat lebih dekat dengan konsumen Indonesia, ucapnya.

Potensial

Indonesia, lanjut dia, merupakan pasar potensial untuk produk tersebut, karena penduduknya yang besar dan pertumbuhan ekonomi nasional yang makin meningkat.

Apalagi kebutuhan produk AC di dalam negeri cukup besar yang mencapai 1 juta unit per tahun, sehingga peluang pasar untuk masuk ke industri masih tinggi.

Haier yang didukung 60 dealer untuk tahap pertama akan beroperasi di Jakarta selama dua bulan, dan selanjutnya akan ke kota-kota besar di Indonesia, tuturnya.

Menurut dia, perusahaan China yang memproduksi AC, kulkas, tv dan mesin cuci sebenarnya di kawasan Amerika dan Eropa sudah cukup dikenal.

Karena itu, untuk pengembangan pemasaran produk Haier akan juga menjajaki penjualan produk lainnya di Indonesia, setelah produk pertama AC-nya  sudah mendapat tempat di masyarakat.

Ragam produk Haier selain AC telah dikenal dan menyebar di seluruh dunia sehingga menjadi tantangan bagi PT Indopacific Nusantara untuk melakukan penetrasi pasar domestik lebih aktif, jelasnya.

Ia mengatakan, Haier untuk pertama akan memperkenalkan produksinya di Jakarta, kemudian perusahaan akan merambah ke berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Medan, dan kota-kota besar lainnya .

“Kami optimis dengan maraknya pembangunan dan bisnis properti di Indonesia yang mulai bangkit dan gencar maka pasar domestik akan lebih mengenai produk Haier tersebut,” ucapnya.

Overseas Market Director-Commercial AC Division, Henry Liang dalam kesempatan itu mengatakan, kapasitas produk AC Haier mencapai 16 juta per tahun yang terdiri 85 persen dari pabrik yang tersebar di China dan sisanya berasal dari pabrik China yang ada di Pakistan, India, Thailand, Yordania, dan Nigeria.

Sedangkan untuk kapasitas produksi mesin cuci sebesar 13 juta, kulkas 13 juta dan TV 10 juta, ujarnya.

Untuk sementara itu, lanjut Henry Liang, Haier dari China hanya memfokuskan produk AC untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia.

“Kami optimis dengan peluang pasar di dalam negeri yang sangat besar, maka produk Haier akan dapat diserap masyarakat,” ucapnya.

Indonesia dengan penduduk yang mencapai 220 juta merupakan pasar yang besar yang harus digeluti lebih serius, tambahnya.

Haier didirikan tahun 1984 dan berhasil meraih pendapatan usaha pada 2008 senilai 17,9 miliar dolar AS.

Haier juga berhasil  sebagai produsen major appliance no. 1  dalam kegiatan retail dengan total karyawan di dunia sekitar 54.237 orang dan memasarkan produknya  ke 160 negara.

Seorang pedagang produk China, di Mangga Dua, ITC Akong mengatakan, produk China banyak diminati karena harganya lebih murah ketimbang produk sejenis dari perusahaan lokal maupun asing.

Banyaknya produk China yang masuk ke pasar domestik, akan menambah ramainya perdagangan produk AC di dalam negeri, katanya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…