Senin, 25 Januari 2010 17:03 WIB Solo Share :

Tuntut audit dana hibah relokasi, puluhan warga geruduk Balaikota


Solo (Espos)–
Puluhan warga di tiga RW Kelurahan Pucangsawit, Jebres menggeruduk Balaikota, Senin (25/1), menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan audit atas pengelolaan dana hibah relokasi.

Sekitar 70-an warga dari RT 2/RW VIII, RT 5/RW VIII, RT 2/RW VI, dan RT 2/RW XIII Pucangsawit itu menggelar spanduk dan berorasi di halaman Balaikota. Warga kesal, sebab rumah yang sedianya mereka tempati di Kampung Ngemplak Sutan, Mojosongo, belum bisa digunakan.

Padahal, sebanyak 101 unit rumah dan 11 unit rumah lain mulai dibangun Agustus 2009 oleh pengembang, di bawah pantauan kelompok kerja (Pokja) relokasi. Warga semakin resah, sebab kelurahan setempat memberikan deadline untuk pindah ke tempat relokasi maksimal Jumat (29/1).

Warga yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Pucangsawit alias Rampas tersebut menduga oknum Pokja kelurahan setempat tidak menggunakan dana hibah sesuai ketentuan. Koordinator warga, Juliadi, dihadapan wartawan, Senin, mengatakan warga mendatangi Balaikota untuk meminta Pemkot Solo mengaudit penggunaan dana hibah relokasi oleh Pokja Pucangsawit.

Puluhan warga tersebut diterima sejumlah pejabat Pemkot Solo, yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto. Selain Budi, tampak hadir Kepala Inspektorat, Bambang Santosa W, Kepala Bapermas P3AKB, Widdi Srihanto, Kepala DPU, Agus Joko Witiarso, Kepala DTRK, Yos S Nugroho, dan lain-lain.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…