Senin, 25 Januari 2010 17:49 WIB News Share :

Terhimpit ekonomi, seniman ketoprak gantung diri

Grobogan (Espos)–Diduga terhimpit masalah ekonomi dan masalah sarang burung walet, seorang seninam ketoprak, Kusripan, 55, warga Dusun Kauman RT 5, RW IV Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, nekat bunuh diri.

Jenazah korban ditemukan, Jasmin, 30, warga setempat, Minggu petang (25/1), setelah jenazah korban terjatuh dari pohon jati setinggi tujuh meter, akibat sarung yang digunakan untuk gantung diri putus.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, Jumat malam (22/1) sebelum korban ditemukan meninggal gantung diri, pamit ke keluarganya hendak tidur di rumah selatan di Dusun Kauman.
Namun alangkah terkejutnya keluarga korban ketika diberitahu bahwa Kusripan ditemukan tewas gantung diri di pohon jati dekat Sungai Kauman yang letaknya sekitar 100 meter dari rumah korban. Sehingga diduga korban sudah tewas gantung diri dua hari sebelum ditemukan saksi Jasmin.

Aksi nekat Kusripan, yang dikenal sebagai seniman ketoprak diduga akibat permasalahan ekonomi yang dihadapinya. Tidak hanya itu korban juga diduga memiliki masalah dengan orang lain terkait sarang burung walet.

Hal ini setelah ditemukan surat wasiat di kamar tidurnya yang diperkirakan ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Camat Toroh Suroto dalam laporannya menjelaskan, berdasar pemeriksaan polisi dan tim medis, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban meninggal akibat gantung diri.

rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…