Senin, 25 Januari 2010 18:52 WIB News Share :

Gajah Sirkus ngamuk, lima warga luk-luka

Jambi– Lima warga yang sedang menonton pertunjukan sirkus di Desa Kasang Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, terluka setelah gajah sirkus yang mereka tonton mengamuk ketika dikeluarkan dari kandang.

Kapolsek Kumpeh Ulu AKP Batubara, Senin, mengatakan, peristiwa gajah sirkus yang mengamuk ini terjadi Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Ketika itu gajah akan dikeluarkan dari kandang menuju arena
sirkus namun tiba-tiba gajah itu mengamuk.

Karena takut, ratusan warga yang sedang menonton sirkus berhamburan menyelamatkan diri, tetapi ada yang terjatuh karena tabrakan dengan warga lain. Akibatnya, kejadian itu mengakibatkan lima warga mengalami luka-luka dan keseleo.

Lima warga ini adalah Minarsih, yang menderita luka lecet pada wajah serta keseleo kaki kanan dan kiri, Maya terkilir pada jari kaki kiri, Ainum mengalami luka lecet pada kaki dan tangan kiri, Sandi luka lecet tangan dan kaki kiri, serta Toyib mengalami luka lecet pada tangan dan kaki kiri.

”Semua korban yang rata-rata masih berusia di bawah lima belas tahun itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mataher Jambi untuk mendapatkan pertolongan. Saat ini semua korban sudah diperbolehkan pulang,” kata Kapolsek.

Kapolsek Kumpeh Ulu menambahkan, pihaknya belum menahan satu pun tersangka akibat peristiwa ini. Pihanya hanya meminta keterangan dari penyelenggara karena peristiwa ini sifafnya kelalaian, pihak Polsek tidak melakukan penahanan.

Minarsih, salah seorang korban mengatakan, dirinya sengaja datang ke lokasi untuk menyaksikan atraksi sirkus binatang yang jarang digelar di Kumpeh Ulu.

Ketika penyelenggara ingin menampilkan aksi gajah, tiba-tiba saja gajah mengamuk ketika akan dikeluarkan dari kandangnya. Kontan saja seluruh penonton kabur ketakutan.

“Ketika warga berhamburan itulah saya terinjak dan berdesak-desakan dengan warga lain,” kata Minarsih.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…