Senin, 25 Januari 2010 16:18 WIB Ekonomi Share :

Defisit gula capai 530.976 ton

Jakarta–Pemerintah memperkirakan produksi gula dalam negeri sebelum memasuki musim giling (Januari-April) 2010 hanya mencapai 218.398 ton. Padahal dalam  periode yang sama, kebutuhan gula nasional masih mengalami kekurangan yaitu sebesar 749.374 ton.

Sehingga dengan demikian terjadi defisit kebutuhan gula sebanyak 530.976 ton dalam periode Januari-April 2010. Namun saat ini pemerintah sedang mengusahakan impor gula kristal putih (GKP) sebanyak 500.000 hingga 15 April 2010 melalui 6 perusahaan BUMN.

“Produksi dalam negeri sampai dengan April 2010 sebesar 218.398 ton. Sehingga terdapat kekurangan GKP pada awal Mei 2010 sebesar 530.976 ton,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Jakarta Senin (25/1).

Mari menjelaskan secara total  kebutuhan gula kristal putih (GKP) sampai awal musim giling (Januari-Mei) 2010 diperkirakan sebesar 1,1 juta ton. Kebutuhan ini sedikit ditutupi dari stok akhir tahun 2009 yang mencapai 350.626 ton sehingga masih terjadi kekurangan 749.374 ton yang akan sedikit dikurangi dari suplai produksi sebesar 218.398 ton.

Berdasarkan data kementerian perdagangan stok gula kristal putih (GKP) sampai dengan 31 Desember 2009 mencapai 350.626 ton.

Yaitu rinciannya stok GKP di gudang pabrik gula sampai dengan 15 November 2009 sebesar 601.341 ton sedangkan kebutuhan GKP selama periode 15 November-31 Desember 2009 sebesar 330.000 ton sehingga stok gudang sampai 31 Desember 2009 mencapai 271.341 ton.

Dari sisa stok tersebut ditambah idle capacity PT IGN per 15 November 2009 sebesar 60.285 ton dan ditambah gula impor Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) dan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) 19.000 ton sehingga total stok gula per 31 Desember 2009 mencapai 350.626 ton.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…