Senin, 25 Januari 2010 18:02 WIB News Share :

32.000 Desa di Indonesia tertinggal

Pamekasan–Sebanyak 32 ribu dari total 72 ribu desa di Indonesia masih termasuk sebagai kategori desa tertinggal.

Saat melakukan kunjungan kerja di pendopo Pemkab Pamekasan, Madura, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini, Senin (25/1), mengatakan, desa yang masuk kategori tertinggal jika angka kemiskinan penduduknya masih berada diatas angka kemiskinan nasional, yakni 14 persen.

“Pamekasan, merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang masuk kategori daerah tertinggal karena penduduk meskinnya diatas 14 persen,” kata Helmy.

Di Indonesia, kata Helmy yang juga menjabat sebagai Wasekjend DPP PKB ini, jumlah pendudukan miskin masih mencapai angkat 32,5 juta jiwa, tersebar di berbagai Provinsi.

Sedangkan warga yang sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan atau menganggur sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 9,2 juta jiwa.

“Angka ini menunjukkan bahwa masih sangat banyak penduduk Indonesia yang pengangguran,” katanya.

Oleh sebab itu, sambung Helmy Faishal, kementerian PDT ke depan akan membuat program pengembangan dan pembangunan kawasan desa terpadu, sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di perdesaan.

Bersama sejumlah kementerian dan departemen di tingkat pusat, kata Helmy, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi intensif untuk meningkat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan, terutama menyangkut pengembangan ekonomi kerakyataan.

“Kami melihat bahwa ekonomi yang stabil, jika pendapatan masing-masing perkapita juga sudah mulai stabil,” katanya.

Program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM), menurut Helmy, sebenarnya merupakan ujung tombak peningkatan ekonomi nasional.

Dengan demikian, semakin banyak kegiatan ekonomi perdesaan, maka stabilitas ekonomi nasional juga akan semakin terjamin.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…