Minggu, 24 Januari 2010 17:54 WIB Issue Share :

SIEM 2010 siap digeber

Solo (Espos)–Pergelaran akbar Solo International Ethnic Music (SIEM) atau yang sekarang dengan sebutan Solo Internasional Contemporary Ethnic Music (SI(c)EM) bakal kembali digelar di tahun 2010 ini. SI(c)EM 2010 menunjuk dua musisi ternama Rahayu Supanggah dan Dwiki Dharmawan sebagai kurator, dengan salah satu tugas pokok menyeleksi para delegasi.

Dalam acara Syukuran SI(c)EM 2010, Minggu (24/1), di Restoran Roemahkoe Laweyan Solo, Ketua Panitia Bambang Sutejo menyatakan, rencananya perhelatan kali ketiga tersebut akan digelar 9-13 Juli mendatang di Stadion Sriwedari Solo. Namun, bisa saja waktu pelaksanaan berubah karena Pemkot Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah mengagendakan SI(c)EM) dalam kalender event tahunan Solo pada Agustus mendatang.

“SI(c)EM bukan hanya milik para musisi tapi milik semua masyarakat Solo. Sebelumnya pernah dibicarakan apakah event ini akan digelar reguler setahun sekali atau bagaimana? Karena dirasa terlalu mepet kalau digelar tahunan,” tukas Bambang Sutejo.

Namun, SIEM Community bersama Pemkot telah menyepakati kalau perhelatan akbar tersebut digelar kali ketiga di tahun 2010 ini.

Beberapa delegasi dalam negeri maupun manca negara juga telah ditetapkan dua kuratornya.
Rahayu Supanggah menambahkan, SI(c)EM 2010 harus tetap menjaga kualitasnya untuk bisa go international. Maka beberapa musisi dan kelompok musik yang bakal mengisi perhelatan tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan pengalaman yang mereka punya.

Menurut Supanggah, mereka pantas disebut musisi yang berbakat dan mendunia.

“Saya tahu benar bagaimana sepak terjang Albert Chimezda (Zimbabwe) atau pun grup PLAID dari Inggris. Apalagi untuk pengisi yang berasal dari negeri sendiri, saya tahu betul mereka bisa diandalkan dan pantas mengisi perhelatan SI(c)EM 2010,” papar Supanggah.

Sementara mengenai pemakaian kata contemporary sehingga mengubah SIEM menjadi SI(c)EM menurut Supanggah tak akan memberikan pengaruh apa-apa. Penambahan contemporary sendiri memiliki makna bahwa SIEM menyuguhkan musik etnik yang terus berkembang dan bersifat kekinian.

“Kontemporer bukan berarti alat musik yang dipakai ada gitar atau alat-alat modern. Namun, musik yang disuguhkan para musisi bukanlah musik etnik yang bersifat kedaerahan, maka penamaan SIEM berkembang menjadi SI(c)EM yang bersifat kekinian dan terus berkembang,” pungkas dia.

hkt

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…