Minggu, 24 Januari 2010 21:07 WIB Klaten Share :

Pelajar SMP tewas tenggelam di Dengkeng

Klaten (Espos)–Dedi Santosa, 15, seorang pelajar SMP, warga Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno, ditemukan tewas tenggelam di alur Sungai Dengkeng Dusun Kembang Sore Desa Dengkeng Kecamatan Wedi, Klaten, Minggu (24/1). Sebelumnya, Dedi diketahui mencuci tikar di sungai bersama rekan-rekannya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Espos, kejadian itu berawal ketika Dedi dan sejumlah temannya membawa tikar milik RT untuk dicuci di sungai. Saking asyiknya mencuci tikar sambil bermain air, sapu lidi yang digunakan membersihkan tikar tiba-tiba hanyut terbawa arus.

Spontan Dedi mengejar sapu lidi itu tanpa memperhitungkan kedalaman air yang lebih dari satu meter. Karena arus sungai cukup deras, dia hanyut. Dedi sempat berteriak minta tolong sambil melambaikan tangan. Namun, Aris Saputro, 15, temannya yang berusaha menolong justru ikut tenggelam.

Kejadian itu membuat rekan-rekan korban panik. Mereka pun berteriak-teriak meminta pertolongan warga setempat.

Warga yang berdatangan untuk menolong para pemuda itu hanya berhasil menyelamatkan Aris. Sedangkan tubuh Dedi tak kelihatan lagi.

Aparat kepolisian yang datang ke lokasi berusaha mencari Dedi dengan alat seadanya. Namun karena mengalami kesulitan akibat adanya ceruk di dasar sungai, polisi pun lalu berkoordinasi dengan tim SAR.

Sekitar satu jam kemudian, tim SAR Klaten yang menggunakan perahu karet dan alat selam berhasil menemukan Demi. Namun tanpa bernyawa lagi.
Camat Wedi, Endro Susilo, ketika dihubungi, membenarkan adanya kejadian itu.

rei

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…