Minggu, 24 Januari 2010 20:10 WIB Solo Share :

Kawal Bonek, polisi bentrok dengan warga

Solo  (Espos)–Bentrok fisik antara aparat kepolisian dengan ribuan warga Kota Solo pecah, Minggu (24/1) sore di sepanjang jalur kereta api (KA) mulai dari Stasiun Jebres hingga perlintasan KA Kelurahan Jagalan. Sejumlah petugas polisi dan warga diketahui mengalami luka-luka terkena lemparan batu.

Berdasar pengamatan Espos, bentrok terjadi antara 100-an petugas Poltabes Solo bersenjata tameng dan pentungan, melawan ribuan warga yang datang dari berbagai daerah. Insiden bermula sekitar pukul 16.10 WIB, saat aparat berusaha menghalau massa yang sejak pagi menduduki jalur rel kereta yang akan dilalui KA Pasundan berisi ratusan suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek.

Ketika itu, massa yang menghadang rombongan kereta Bonek, didesak mundur oleh barikade polisi. Namun lantaran tidak terima dengan tindakan aparat, massa melempari petugas dengan bebatuan dan benda-benda lain. Pecahan batu seukuran genggaman tangan orang dewasa pun melayang bak rintik hujan ke arah petugas dari arah depan dan samping kanan pun kiri.

Tindakan brutal massa sempat memukul mundur aparat hingga belasan meter. Namun kondisi tersebut tidak dibiarkan begitu saja oleh petugas. Apalagi setelah beberapa petugas diketahui mengalami luka akibat lemparan batu massa. Secara serentak, petugas langsung membalas serangan massa dengan lemparan batu.
Aksi saling lempar batu tersebut berlangsung sengit dan relatif lama sekitar 30 menit.

Pihak aparat yang merasa kalah jumlah sempat meminta tambahan personel dan peralatan berupa gas air mata serta pelontar ke markas induk.
Namun sekitar pukul 16.40 WIB, massa berhasil didesak aparat ke gang-gang kampung. Beberapa warga pun diciduk lantaran diketahui sebagai pelaku lempar batu kepada aparat. Selanjutnya massa berhasil didesak hingga masuk ke gang-gang perkampungan. Polisi menjaga tiap ruas gang supaya tidak ada kerumanan massa.

Namun saat kereta Pasundan yang berisi penuh Bonek tetap saja terjadi lemparan batu dari arah massa yang terlanjur emosi. Bahkan satu bom molotov dilemparkan ke arah kereta, tepatnya di Kampung Wonosaren, Jagalan. Beruntung aksi tersebut tidak sampai membuat kereta terbakar.
Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Wakapoltabes AKBP A Marhaendra saat dimintai keterangan Espos di sela-sela bentrok menyatakan belum mengetahui pasti jumlah korban luka dan kerugian akibat insiden tersebut.

kur

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…