disneydreaming.com
Minggu, 24 Januari 2010 23:40 WIB Ekonomi Share :

Bonek melintas, operasional Prameks terganggu

Solo (Espos)–Kereta Api Prameks di Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta sempat mengalami keterlambatan operasional hampir dua jam, lantaran kereta luar biasa (KLB) yang mengangkut bondho nekat (Bonek) menuju Surabaya, Minggu (24/1), kembali membuat resah.

Hal ini disampaikan Pejabat Humas Daop VI Yogyakarta, Eko Budianto, saat dihubungi Espos.

“Hanya antisipasi saja. Sebisa mungkin perjalanan kereta api di sekitar Daop VI aman dari aksi Bonek. Jadi ada keterlambatan hampir dua jam,” tutur Eko.

Seperti yang terjadi di Stasiun Solo Balapan. Kepala Stasiun Solo Balapan, Djuhandri, menyampaikan dua Prameks kedatangan pagi yakni pukul 07.55 WIB dan 08.41 WIB mengalami keterlambatan. Prameks dari Yogyakarta yang seharusnya datang pukul 07.55 WIB tetapi justru baru datang pukul 08.48 WIB. Sehingga, pemberangkatannya pun molor dari yang seharusnya pukul 07.57 WIB menjadi 09.13 WIB. Begitu pula kereta Prameks yang akan menuju Yogyakarta, seharusnya datang dari Palur pukul 08.41 WIB, terlambat hingga 10.18 WIB. Dan baru berangkat ke Yogyakarta pukul 10.24 WIB.

“Berapa total jumlah penumpang yang dirugikan dengan keterlambatan Prameks ini belum kami kalkulasi semua. Karena antisipasi ini tidak hanya dilakukan di Daop VI, melainkan juga di sepanjang jalur dari Tasik-Banjar hingga Kroya,” tambah Eko.

Sementara itu, di stasiun Purwosari, penjualan tiket KA Pasundan pukul 16.30 WIB kembali tidak dibuka.

haw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…