Sabtu, 23 Januari 2010 08:27 WIB Ah Tenane Share :

Noda saus

23koploGara-gara jajan bakso ojek, baju putih seragam Jon Koplo, siswa kelas VII sebuah SMP di Solo ini kecipratan saus hingga nyemlok merah. Padahal baju seragam putihnya tinggal siji thil itu.
Sampai di rumah, Jon Koplo ndilalah lupa mencuci, baru malam harinya ia ingat.
Karena takut sausnya nggak bisa hilang, akhirnya malam-malam Koplo mencuci baju. Namun setelah dikucek-kucek sausnya nggak mau hilang juga. Saking jengkelnya, Koplo merendam bajunya dengan satu sachet pemutih sampai pagi.
”Wah, bajuku pasti putih cemerlang,” batin Koplo pagi itu ketika menuju ke tempat cucian.
Tapi apa yang terjadi? Noda saus itu tidak hilang malah menjadi kekuning-kuningan. Yang lebih aneh lagi, badge nama di dada yang semula berwarna merah ikut jadi kuning.
”Lha, kok namaku malah jadi kuning. Padahal warna kuning adalah warna nama yang dipakai kelas IX,” batin Koplo kecewa sambil menjemur baju, lalu berangkat sekolah pakai seragam batik.
Hari Senin, Koplo masuk sekolah dengan seragam putih yang terkena saus beberapa hari lalu. Karuan saja ia jadi bahan ledekan teman-temannya. Bahkan Bu Lady Cempluk, wali kelasnya pun memanggilnya. ”Kelas kita kemasukan murid kelas IX ya? Coba itu, yang namanya kuning, ke sini!” perintah Bu Cempluk diiringi derai tawa teman sekelas.
Saat itulah Koplo dengan cengingas-cengingis menceritakan kronologi peristiwa yang ia alami.
”Oalah, Plo… Plo! Kalau pakai pemutih itu jangan direndam. Cukup beberapa tetes saja dicampur dengan air bilasan,” terang Bu Cempluk.
”Makanya, baca aturan pakai, jika noda nggak hilang, dijemur saja di pingir jalan, pasti nodanya hilang sak bajunya. Ha-ha-ha…” ledek Tom Gembus, sang ketua kelas. Koplo cuma plenthas-plenthus kisinan. Kiriman Satafa Alfian Najam, SMP Al Islam I Kelas VII-I, Jl Ponconoko 37 Nirbitan, Solo

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…